INILAH.COM, Jakarta -Staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana Andi Arief meramalkan gempa besar akan terjadi di Jakarta. Namun, BMKG membantah dan meminta warga Jakarta tidak resah.
BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) membantah ramalan dari staf khusus presiden itu.
Kepala Sub Dinas BMKG Rahmatriyono, mengatakan secara teknik kegempaan, Jakarta tidak akan menjadi wilayah dengan pusat gempa besar.
"Jakarta hanya akan terkena efek gempa-gempa yang mungkin terjadi di wilayah selatan. Tidak akan ada gempa besar yang merusak di Jakarta karena pusat gempa di Jakarta biasanya terjadi di wilayah yang sangat dalam sekitar 200 kilometer di bawah permukaan, ujar Rahmatriyono saat dihubungi, menanggapi ramalan Andi Arief.
Rahmatriyono melihat bahwa Jakarta hanya akan terkena gempa dari wilayah yang memang dilewati oleh lempengan Australia dan lempeng Eurasia. Lempeng Australia dan lempeng Eurasia ini berada di sepanjang bukit barisan Sumatera hingga selat sunda, kemudian menuju arah selatan jawa seperti ciamis, pangandaran dan sebagainya. Jakarta sendiri tidak memiliki pusat gempa yang berada di dekat permukaan. Jadi saya rasa Jakarta cukup aman.
Menyangkut pernyataan Andi Arif, Rahmatriyono mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu khawatir. Gempa tidak hanya dipengaruhi oleh magnitude, tetapi juga letak sumber gempa dan kedalaman. Pusat gempa di Jakarta biasanya berada di kedalaman yang jauh sehingga tidak terlalu terasa. Masyarakat jangan terlalu khawatir berlebihan, tandasnya lagi.
Sebelumnya, Andi Arief melihat gempa besar akan terjadi di Jakarta, karena intensitas gempa yang kian meningkat di zona patahan aktif di sepanjang pantai barat Sumatra belakangan ini. Kondisi itu sewaktu-waktu bisa menuju ibukota. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !