INILAH.COM, Washington Presiden terpilih AS Barack Obama berjanji akan segera mengakhiri kebijakan politik luar negeri Presiden Bush dengan dramatis.
Sejumlah kebijakan yang akan dilakukan Obama antara lain menarik pasukan dari Irak, menumpas jaringan al-Qaeda di Afghanistan, dan menutup fasilitas penjara di Teluk Guantanamo.
"Saya akan memanggil Kepala Staf Gabungan, pejabat keamanan nasional, dan segera mengeksekusi rencana untuk menarik pasukan kami dari Irak," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan CBS, Minggu (16/11), mengenai apa yang ia lakukan setelah pelantikan, 20 Januari mendatang.
Obama merasa masalah terbesar yang mereka hadapi adalah Afghanistan, yang makin memburuk.
Dalam kampanyenya, Obama secara spesifik menyebutkan dirinya akan menarik satu atau dua brigade dari Irak setiap bulan. Hal ini dilakukan hingga 16 bulan ke depan dan hanya menyisakan sejumlah satuan keamanan.
Kepada CBS ia juga menyebutkan bahwa menghentikan langkah al-Qaeda untuk selamanya dan menangkap otaknya, Osama bin Laden, merupakan hal yang kritis bagi keamanan AS. Selain itu, ia juga akan menghentikan 'perang teror' yang dihembuskan Bush melalui kamp militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba.
"Berulngkali saya katakan akan menutup tempat itu dan akan saya lakukan," tegasnya.
"Saya pernah mengatakan bahwa bangsa Amerika bukan penyiksa. Saya akan memastikan bahwa kami benar-benar tidak menyiksa. Ini merupakan hal yang penting dan sebuah usaha untuk kembali memulihkan status moral Amerika di mata dunia."
Namun, ia tidak menjelaskan bagaimana dengan masa depan para tahanan di penjara khusus teroris itu. Apakah mereka akan dipenjarakan di AS, diadili, atau dibebaskan. Yang jelas, beberapa pihak juga ada yang mengharapkan Obama akan tetap meneruskan 'warisan' Bush itu. Tak jelas apa maksud keinginan itu.[tra]