inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Obama Cemaskan Industri Otomotif

Headline
Barack Obama - istimewa
Oleh: Vina Ramitha
Senin, 17 November 2008 | 18:27 WIB
INILAH.COM, Washington Kendati menyatakan keamanan nasional merupakan masalah yang terpenting, Presiden terpilih AS Barack Obama tidak melupakan masalah penting lainnya, perekonomian global.

Untuk menyelamatkan perekonomian global, tentunya harus berawal dari negeri sendiri karena AS yang menjadi penyebab runtuhnya sektor finansial global.

Di Kongres, Obama sempat menyatakan bahwa prioritas legislatifnya adalah untuk mendapatkan persetujuan atas paket stimulus lainnya.

"Akan menjadi sebuah bencana jika pemerintah hanya diam melihat General Motors kesulitan dana dan industri otomotif kolaps," katanya dalam sebuah wawancara dengan CBS, Minggu (16/11).

Obama tampaknya kurang begitu peduli dengan torehan tinta merah di catatan keuangan pemerintah AS. Menurutnya, para ekonom baik dari sayap kanan maupun sayap kiri setuju bahwa mereka harus melakukan apa saja untuk membuat ekonomi kembali bergerak.

"Jangan khawatirkan defisit tahun depan atau tahun depannya lagi. Itu hanya jangka pendek. Terpenting adalah menghindari resesi ini menjadi semakin dalam," imbuhnya.

Sebelumnya Obama sempat menyebutkan prioritas lainnya adalah keamanan nasional. Di antaranya menarik pasukan dari Irak, mengatasi al-Qaeda di Afghanistan, dan menutup penjara di Teluk Guantanamo.[tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.