INILAH.COM, New York Kemenangan Barack Obama sebagai presiden terpilih AS merupakan sesuatu yang luar biasa besar. Pemilu tahun ini pun ternilai sebagai sebuah transformasi besar dalam pemerintahan AS.
"Ini memang sebuah kemenangan besar," ujar seorang penulis yang pengamat internasional CNN, Fareed Zakaria.
"Saya rasa ia memiliki kesempatan untuk mengubah lanskap politik dan menciptakan ideologi pemerintahan baru untuk Barat."
Selama tiga dasawarsa terakhir, politik Barat dikuasai oleh penganut konservatif. Sebab mereka menawarkan solusi untuk mengatasi masalah pada 1970-an. Antara lain pertumbuhan yang melambat, keresahan sosial, dan kecerobohan politik Soviet. Solusi itu kini tak bekerja lagi sebab permasalahan yang dihadapi sudah berbeda.
Selain masalah ekonomi, yang menjadi masalah bagi rakyat AS adalah mereka berpendapat Washington adalah predator dan koruptor. Reformasi yang sebenarnya adalah menyerang kebijakan para predator ini dan korupsinya dari kedua sayap.
"Obama harus memperbaiki perpecahan dalam politik Amerika," lanjut Zakaria. "Ketimbang bingung akan mengatasinya ala sayap kanan atau sayap kiri, buat saja menjadi usaha bipartisan untuk memberantas korupsi."
Pada awal 1930-an, perekonomian dan politik AS juga memasuki sebuah era baru. Presiden yang berjasa membentuk pembaruan ini adalah Franklin Delano Roosevelt (FDR).
Zakaria percaya, Obama sanggup menyamai keahlian, kemampuan, ambisi, dan tantangan untuk menjadi FDR kedua bagi AS.[tra]