INILAH.COM, Jerusalem - PM Israel Ehud Olmert yang akan mengakhiri masa tugas berjanji membebaskan 250 tawanan Palestina sebelum Idul Adha. Hal ini merupakan upaya mendukung Presiden palestina Mahmud Abbas dalam perjuangan melawan gerakan Islam Hamas yang menguasai Jalur Gaza.
Para tawanan itu, sebagian dari 11.000 warga Palestina yang ditahan, akan dibebaskan di Tepi Barat yang diduduki-Israel, tempat pemerintah Abbas berkuasa, beberapa pejabat mengatakan setelah Olmert dan Abbas bertemu, Senin (17/11) waktu setempat.
Jurubicara Israel David Baker menyebut pembebasan itu sebagai "isyarat keinginan baik" bagi Abbas, yang melancarkan pembicaraan damai dengan Olmert satu tahun lalu setelah pengambilalihan Gaza oleh Hamas.
Baker mengatakan Israel akan membebaskan tawanan dari jajaran kelompok Fatah yang sekuler pimpinan-Abbas dan kelompok bukan-Islam garis keras lainnya.
Pembicaraan yang disponsori-AS itu, yang ditolak oleh Hamas, menunjukkan sedikit tanda kemajuan. Perunding menyebut perselisihan mengenai kekerasan di Jalur Gaza, nasib Jerusalem dan perluasan permukiman Tahudi di tanah yang diduduki.
Hampir 200 tawanan telah dibebaskan oleh Israel Agustus. Pembebasan itu sangat mengharukan bagi rakyat Palestina, yang menganggap tawanan sebagai simbul perlawanan terhadap pendudukan Israel.
Israel tidak mengatakan jika negara itu akan mempertimbankan untuk membebaskan sejumlah tawanan penting Fatah seperti pemimpin intifada Marwan Barghouthi, yang dianggap sebagai kemungkinan pengganti Abbas sebagai presiden Palestina.
Dalam pembicaraan mereka di Jerusalem, Abbas mendesak Israel untuk mematuhi gencatan senjata dengan Hamas yang diperantarai-Mesir yang berusia lima bulan, yang mendekati kemacetan dalam dua pekan kekerasan lintas-perbatasan.
Pada konferensi pers kemudian dengan Menlu Inggris David Miliband yang sedang berkunjung, Abbas mengulangi permintaannya pada kelompok Palestina untuk tidak menembakkan roket yang "tak berguna" ke Israel selatan.
Sebelum mereka bertemu, Israel membuka salah satu perlintasan perbatasan penting Gaza untuk pertama kalinya dalam dua pekan, membolehkan masuk 30 trek yang memuat persediaan kemanusiaan.
Olmert adalah perdana menteri sementara sambil menunggu pemilihan Februari. Masa depan politik Abbas diredupkan oleh ketegasan Hamas bahwa masa jabatannya akan berakhir Januari.[*/nng]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !