INILAH.COM, Jakarta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah kesal dan marah kepada Menkeu Sri Mulyani beberapa waktu lalu ketika sang menteri memaksa membuka suspensi saham PT Bumi Resources.
Saat itu Presiden SBY sempat marah dan menanyakan maksud pembukaan suspensi saham BUMI itu. Hal itu membuat otoritas bursa kembali menghentikan sementara perdagangan saham milik kelompok usaha Bakrie itu beberapa menit setelah dibuka.
Setelah tahu dirinya dimarahi Presiden SBY, Sri Mulyani berinisiatif untuk menemui Kepala Negara dan sekaligus untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya sebagai anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).
Namun, Presiden SBY rupanya tak mau memenuhi permintaan Sri Mulyani, dan bahkan Kepala Negara tunduk dengan keinginan Sri untuk membuka suspensi BUMI ketimbang ia ditinggal salah satu menteri andalannya itu.
Belum sebulan kejadian itu berlalu, Sri Mulyani kembali membuat ulah dan sekali lagi ia membuat kesal Presiden SBY. Insiden kecil itu terjadi ketika Presiden SBY beserta rombongan berkunjung ke Meksiko usai menghadiri peremuan puncak G-20 di Washington, Minggu (16/11).
Kejadian itu bermula ketika seorang sumber INILAH.COM yang ikut dalam rombongan itu menanyakan soal komunike bersama G-20 yang konon memuat usulan utama Indonesia soal global expenditure support fund.
Yang ditanyakan sumber tadi adalah usulan Indonesia itu tidak tercantum komunike bersama G-20. Ketika itu Presiden SBY menjawab bahwa meski hal itu tak tercantum dalam komunike bersama, namun usul Indonesia diakomodasi, bahkan oleh Bank Dunia.
Namun sumber itu mengatakan dirinya sudah pernah membaca usul Presiden Bank Dunia Robert Zoelick soal pooling dana untuk membantu negara berkembang dan negara miskin jauh sebelum G-20 digelar. Artinya usul itu sebenarnya sudah basi dan bukan murni usul Indonesia karena sudah pernah diungkapkan oleh Zoelick.
Sumber tadi juga menceritakan bahwa malam sebelum Presiden SBY pidato di G-20, ia memanggil delegasi resmi untuk mendengarkan laporan menkeu atas draf komunike yang disepakati akan dibahas di KTT.
Tetapi sumber itu mengungkapkan bahwa apa yang disampaikan adalah poin yang akan meregulasi sistem keuangan yang makin ketat, dan ini tidak disepakati dalam komunike). Bahkan anggota delegasi ada yang melakukan protes keras dan kabarnya SBY juga merasa menkeu tidak melaporkan yang sebenarnya. Sementara orang yang bikin kesal SBY sudah lebih dulu kembali ke Tanah Air.[tra]