INILAH.COM, Jakarta - Duta SB yang menagih hutang 9 juta kepada Dewi Hughes berujung pada kematian dirinya. Farhat sudah melayangkan surat kepada Hughes, namun tak juga datang. Istri almarhum hanya meminta Hughes meminta maaf.
"Kami sudah melayangkan surat undangan untuk bertemu kepada Huges dan suaminya serta Elsa Syarief, kuasa hukumnya pada 17 november lalu," kata Farhat Abbas, kuasa hukum Duta SB yang menjadi rival Dewi Hughes soal hutang piutang, di kantornya, di daerah Mampang, Jakarta Selatan, Selasa sore (18/11).
"Kami berharap besok (19/11), mereka datang untuk bertemu langsung dengan Meike Uasahido, istri Duta SB," ujar Farhat. Keluarga Meike siap membongkar makam demi menegakkan kebenaran.
"Kalau mereka nggak datang juga, akan dilayangkan undangan kedua dan akan kami buat surat pidana," sambung Farhat. Sebetulnya tuntutan yang diajukan Meike sangat sederhana.
"Kami menuntut agar Hughes meminta maaf dan mencabut pernyataan yang menyebutkan kalau dia nggak kenal dengan Duta," jelas Farhat. Disamping itu, Hughes juga harus mencabut pernyataannya kalau Duta hanya numpang ngetop saja.
Sebelum meninggal, menurut Meike, suaminya sempat stres, karena Hughes sempat mengancam akan melaporkannya ke polisi. "Atas dasar apa Hughes mau melakukan itu. Pernyataannya itu membuat suami saya stres," ungkap Meike.
Saat Duta meninggal, cuma Elsa Sarief yang datang dan mengucapkan bela sungkawa. Hughes dan suaminya tidak datang sama sekali. Farhat berharap polisi bisa menemukan bukti kalau Duta meninggal bukan karena terkena stroke.
Farhat dan Meike menemukan bukti baru. "Menurut supir taksi yang mengantar Duta, dia melihat Duta memegangi perut karena kesakitan. Kalau stroke, tidak mungkin memegangi perut," ungkap Meike.
Adanya dugaan kalau Duta disantet, Farhat tidak mau berkomentar soal itu. "Yang pasti keluarga sudah bersedia bongkar makam untuk melakukan otopsi," jelasnya.[L7]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !