INILAH.COM, Roma Nasib sial harus diterima tifosi Lazio. Oleh Komite Keamanan Pertandingan Sepak Bola dan Even Olahraga Italia (Casms), tifosi I Biancoceleste dilarang pergi ke Bergamo menyaksikan laga Lazio melawan tuan rumah Atalanta, 30 November mendatang.
Berdasarkan hasil pengamatan, laga Atalanta melawan Lazio dikategorikan 'beresiko tinggi' oleh otoritas sepak bola Italia yakni FIGC dan keputusan ini diambil untuk mencegah munculnya masalah yang tidak diinginkan.
Artinya, dengan pelarangan ini, Mauro Zarate dan kawan-kawan harus bertanding di Bergamo tanpa dukungan dari seorangpun tifosi mereka. Tifosi Atalanta sendiri juga dikenal sebagai 'biang ribut', khususnya ketika tim seperti Lazio bertandang ke Bergamo.
Tifosi Atalanta dikenal sangat loyal. Saat Atalanta bermain di Stadio Atleti Azzuri d'Italia, tifosi mereka yang berada Curva Nord akan selalu mendukung timnya sepanjang pertandingan dengan teriakan-teriakan mereka.
Mereka bersaing ketat dengan fans Brescia, demikian pula dengan tifosi klub lain seperti Verona, Genoa, Fiorentina, Roma, Lazio, Napoli, Milan serta Inter.
Meski dikenal sebagai tifosi garis keras, tifosi Atalanta memiliki hubungan yang erat dengan Ternana, fans klub Bundesliga Eintracht Frankfurt serta fans klub Austria, Wacker Innsbruck.
Yang menarik dari tifosi Atalanta ini, mereka selalu membentangkan bendera besar hitam biru yang diberi julukan Bandierone yang bisa menutupi seluruh kursi yang ada di Curva Nord.
Tifosi Atalanta dikenal sebagai tifosi sayap kiri, sementara tifosi Lazio dikenal sebagai tifosi sayap kanan.[S1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !