INILAHCOM, Tokyo - Karisma 3 terpidana mati Bom Bali I Amrozi, Muklas dan Imam Samudra tidak hanya menarik perhatian masyarakat tanah air. Media massa Jepang pun menggambarkan ketegaran hati dan sikap bangga keluarga Amrozi, yang didor mati 9 November lalu.
Laporan berita Amrozi cs ini mengisi headine yang diturunkan Kyodo News di Tokyo, Selasa (18/11), berdasarkan wawancara kantor berita Jepang tersebut dengan sejumlah anggota keluarga Amrozi, ibunda Amrozi, Tariyem (75) dan Afiyah (55), kakak tertua Amrozi.
Dalam berita menceritakan bagaimana keluarga Amrozi tidak menunjukkan kesedihan dan penderitaan. Namun yang ada justru 'syukuran' atas kematian putranya tersebut dengan menyembelih sembilan kambing sebagai tanda suka citanya karena telah membela ajaran agama Islam.
Perayaan dilakukan keluarga Amrozi hanya lima hari setelah kematiannya di tangan para regu tembak kepolisian. "Putra saya mendapat tempat yang layak di surga," kata Tariyem lagi dengan bangga.
Afiyah pun ikut meneguhkan pernyataan ibunya dengan menyebutkan bahwa adiknya itu telah melakukan hal yang benar dengan meledakkan bom di Bali. "Mereka yang mati tidak pernah takut, karena mati saat membela (ajaran) Islam sudah lama mereka inginkan," katanya sambil menambahkan bahwa Bali telah menjadi tempat perzinahan.
Pemberitaan mengenai Amrozi cs di media massa Jepang mendapat perhatian besar, terutama saat-saat menjelang pelaksanaan hukuman matinya.[*/nng]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !