INILAH.COM, Kairo - Satu pengadilan Mesir, Selasa (18/11), memerintahkan pembekuan ekspor kontroversial gas ke Israel. Parlemen juga harus lebih dulu diajak berkonsultasi mengenai persetujuan 15 tahun itu dengan musuh negara-negara Arab itu.
Hal itu merupakan keputusan atas gugatan mantan diplomat Ibrahim Yussri, bersama beberapa anggota oposisi, yang mengajukan kasus itu melawan pemerintah beberapa bulan lalu.
Namun Israel menyampaikan keyakinan bahwa pemerintah Mesir takkan membiarkan adanya gangguan dalam pengiriman gas. Hal ini berdasarkan kesepakatan itu kendati ada perintah pengadilan.
Pengadilan tatausaha Kairo memutuskan, sumber daya nasional milik generasi saat ini dan mendatang. "Dewan eksekutif juga harus lebih dulu mendapat persetujuan parlemen mengenai kesepakatan ekspor gas," kata sumber tersebut.
Gas Mesir mulai mengalir ke Israel pada Februari. Pasokan tersebut sepenuhnya terpadu ke dalam jaringan Israel pada Mei, setelah persetujuan pertama ditandatangani pada 2005.
Kementerian Perminyakan Mesir tak bersedia memberi komentar mengenai putusan tersebut. Belum jelas apakah atau kapan pemerintah akan melaksanakan putusan pengadilan itu. [*/nuz]