INILAH.COM, Jakarta - Pengamat Ekonomi Tony A Prasetyantono menilai imbauan agar masyarakat untuk menukarkan dolarnya saat ini tidak efektif.
Menurut Tony, BI saat ini dihadapkan pada situasi yang kurang menguntungkan. Sebab kemampuan BI dalam melakukan intervensi terus menerus terhadap rupiah saat ini akan menggerus cadangan devisa yang telah 'lampu kuning'.
"BI juga harus lebih berhati-hati dalam melakukan intervensi, karena cadangan devisanya menipis menjadi 50,5 miliar dolar AS, padahal Juli lalu masih 60 miliar dolar, jadi harus sangat berhati-hati," katanya.
Saat ini manuver kebijakan BI tidak akan efektif dalam meredam pelemahan rupiah, namun diperlukan langkah pemerintah untuk menaikan jaminan menjadi blanket guarantee.
"Yang sekarang kita harapkan bukan manuver moneter oleh BI, tapi blanket guarantee oleh pemerintah. Ini akan lebih efektif meredam kemerosotan kurs rupiah," katanya.
Gubernur Bank Indonesia, Boediono kemarin menyatakan keheranannya melihat sikap para pelaku pasar yang tidak mau melepas dolarnya pada saat nilainya naik seperti saat ini.
"Kita juga menginginkan agar orang juga memikirkan dengan tingkat rupiah saat ini. Masak tidak nggak ada orang yang mau melepas dolarnya saat ini. Ini kan waktu yang bagus," tukasnya. [cms]