INILAH.COM, Mamuju - Tanah gembur berlumpur menjadi jalan utama RS Mala'bi yang sudah 2 tahun tak kunjung selesai. Belum lagi RSU Mamuju yang kantornya pun menjadi ruang perawatan. Miris!
Bunyi tangisan bayi terdengar di ruang kantor RSU Mamuju. Seorang ibu yang baru saja melahirkan terlihat tengah berusaha menenangkan sang bayi. Namun panasnya ruangan kantor yang dijadikan ruang perawatan itu tidak membuat bayi tenang. Sang ibu pun mengipasi sang bayi di dalam kamar berukuran 2x1,5 meter persegi tersebut.
Begitulah gambaran 2 RS yang terdapat di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Selain gedung yang butuh direnovasi, RS pun kekurangan tenaga ahli.
"Dokter-dokter ahli tidak mau datang ke sini. Padahal Bupati Majene mengaku sudah menawarkan segala fasilitas, mobil, rumah, dan gaji yang besar. Tapi dokter-dokter lebih senang di kota ketimbang di provinsi muda ini," kata Gubernur Sulawesi Barat Adnan Anwar Saleh.
Hal itu dikatakan dia saat mendampingi Kepala Badan Krisis Depkes Rustam Pakaya di RSU Mamuju, Rabu (19/11).
Karenanya, Pak Gubernur meminta bantuan dari pemerintah pusat agar memperhatikan pemenuhan fasilitas kesehatan di Sulbar. Pak Gubernur juga meminta Depkes memfasilitasi dokter spesialis agar datang ke Sulbar.
Menanggapi itu, Rustam Pakaya menjanjikan akan menyampaikan harapan Provinsi Sulawesi Barat ke Menkes Siti Fadilah Supari yang berhalangan datang karena suaminya sakit. Dalam kesempatan tersebut, Rustam juga menyerahkan sebuah mobil operasional dan uang Rp 150 juta.[ana/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !