Selasa, 29 Mei 2012 | 02:14 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Palapa Ring Molor Lagi
Headline
istimewa
Oleh: Augusta B. Sirait
web - Rabu, 19 November 2008 | 18:50 WIB
INILAH.COM, Jakarta- Rencana megaproyek Palapa Ring yang meliputi seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke masih dibicarakan oleh pemerintah dan pihak investor. Keikutsertaan pemerintah dalam pembangunan Palapa Ring masih sebatas wacana alternatif.

"Belum untuk investasi langsung, masih dikaji," ujar Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandarnya Rabu (19/11) di Jakarta.

Basuki mengatakan megaproyek Palapa Ring ini telah mencapai taraf prakualifikasi untuk pemilihan penyedia jaringan. "Memang ada perubahan desain, tapi semua daerah di Indonesia timur tetap akan rata dilayani semua," tandasnya.

Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, sedangkan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.

Rencana pemerintah, Palapa Ring merupakan jaringan serat optik pita lebar yang berbentuk cincin mengitari tujuh pulau, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta delapan jaringan penghubung dan satu cincin besar yang mengelilingi Indonesia baik lewat dasar laut atau pun lewat daratan.

Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi, Basuki Yusuf Iskandar pada Desember 2007 menyebutkan manfaat Palapa Ring bagi pembangunan Indonesia adalah ketersediaan layanan komunikasi dari voice hingga broadband sampai seluruh kota/kabupaten, akan terjadi efisiensi investasi yang akan mendorong tarif telekomunikasi semakin murah, terjadi percepatan pembangunan dalam sektor komunikasi khususnya di Indonesia bagian Timur, dan akan mendorong bertumbuhnya varian penyelenggara jasa telekomunikasi dan jasanya serta keberadaan aplikasi seperti distance learning, telemedicine, e-goverment, dan aplikasi lainnya, dapat diimplementasikan hingga mencapai kota/kabupaten.

Sayangnya sampai saat ini anggota konsorsium dan semakin lemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, membuat megaproyek infrastruktur jaringan Palapa Ring terancam molor lagi. [ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.