INILAH.COM, Jakarta - Posisi rupiah terhadap dolar AS sulit diprediksi saat ini. Buktinya pukul 16:53 WIB, rupiah sudah bertengger di level 12.190 per dolar AS.
Menteri Keuangan Sri Mulyani melihat anjloknya mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia saat ini karena tidak ada transaksi dolar akibat tidak adanya confident dari para pelaku pasar. Dia berharap negara-negara berkembang mau untuk membuka pintu ekspor bagi negara lain.
Karena kalau semua menutup diri, semua akan sama-sama tidak akan mendapatkan devisa. "Ini jadinya buntet sama sekali," tukasnya.
Memang diakuinya semua negara mengalami ancaman risiko menurunnya neraca pembayaran karena berkurangnya transaksi ekspor. Tapi negara-negara berkembang ini juga tidak mau impor dari negara lain. Itu yang menyebabkan semua sama-sama tidak mendapatkan devisa. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !