INILAH.COM, Jakarta - Di tengah krisis keuangan global, banyak pihak yang mencoba mengeruk keuntungan dengan cara tak halal. Seperti yang dilakukan Drame Modibo (44) yang memalsukan uang dolar. WN Mali, Afrika, ini pun dibekuk polisi. 30 Bundel dolar palsu siap cetak dipamerkan.
Selain dolar palsu senilai US$ 30 ribu itu, turut dipamerkan Drame Modibo yang mengenakan kaos biru tua dengan tangan terborgol di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/11).
Pria berkulit gelap dan berpostur tinggi besar itu ditangkap polisi rumah kontrakannya di Jl Mudan 58 Palmerah. "Dia sudah keluar masuk Indonesia lima kali," kata Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Raja Erisman.
Tumpukan bundelan dolar palsu itu disusun rapi di atas meja, berikut peralatan cetak yang digunakan pelaku, antara lain cairan tinta yang dalam kemasan botol. Selembar dolar dalam bundelan itu tertulis 100 dolar AS. Kini, satu dolar AS saja bernilai sekitar Rp 12.000.
Namun Drame membantah status kepemilikan tumpukan dolar palsu tersebut. Menurutnya, barang bukti yang tersimpan di dalam 3 koper tersebut adalah milik Usman, seorang temannya yang berasal dari negara Pantai Gading.
"Itu hanya titipan teman yang kembali pulang ke Mali. Dia bilang hanya 2 bulan menitipkan. Karena saya pikir hanya kertas, saya tak mau ambil pusing," kata pria yang fasih berbahasa Indonesia. Pria yang telah bermukim selama 15 tahun di Indonesia ini mengaku sehari-hari bekerja sebagai pedagang sepatu.
Menanggapi bantahan tersebut, Raja Erizman mengatakan hal tersebut adalah hak Drame. Namun jika terbukti bersalah, Drame akan dikenakan pasal 244 dan 245 KUHP tentang pemalsuan.[sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !