INILAH.COM, Roma Membela negara biasanya menjadi kebanggaan tersendiri bagi seorang pemain. Namun hal itu tidak berlaku bagi gelandang AS Roma Matteo Brighi.
Bagi Brighi, Roma segala-galanya dibandingkan Italia sekalipun. I Giallorossi, kembali menuai kemenangan atas rival satu kotanya, Lazio 1-0 dalam Derby Della Capitale di Stadion Olimpico Roma, Senin (17/11).
Usai merasakan skuad utama Luciano Spalletti, Brighi menegaskan bahwa Roma belum sepenuhnya keluar dari krisis.
Untuk itu mantan pemain Juventus dan Chievo Verona ini meminta Francesco Totti dkk untuk terus bekerja keras.
"Ini hasil yang positif dan kami sedang dalam masa yang bagus, tapi kami masih harus terus bekerja keras. Kemenangan di partai derby akan membantu kami untuk keluar dari krisis ini. Saya tersanjung dibandingkan dengan Damiano Tommasi, saya juga suka dengan Roberto Mancini ketika dia masih berada di Sampdoria," ucap Brighi.
Brighi mengaku bahwa dirinya akan memberikan segala kemampuannya untuk bisa mengeluarkan Roma dari krisis.
Bahkan Brighi akan menolak panggilan pelatih Timnas Italia Marcello Lippi untuk membela Italia jika Roma belum keluar dari krisis.
"Lippi? Dia tahu bagaimana caranya menjalankan tugasnya dan pemain mana yang harus dipilih. Saya tidak memikirkan hal itu sekarang. Saya sedang bekerja keras untuk saya dan Roma. Prinsip objektif saya adalah bermain untuk Roma dulu dan kemudian menunggu apa yang akan terjadi dengan Italia," kilahnya.
Brighi kemudian menyebutkan siapa saja pelatih yang telah berjasa dalam karirnya. "Pelatih terbaik? Saya punya banyak. Luciano Spalletti adalah pelatih yang hebat dan dia tahu bagaimana caranya mengatur tim. Saya juga mengagumi pelatih saya sebelumnya seperti Francesco Guidolin dan Cesare Prandelli," aku Brighi. [S2]