inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Saham Bakrie Masih Tekan IHSG

Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Asteria & Natascha
Jumat, 21 November 2008 | 06:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (21/11) diperkirakan masih akan melemah secara teknikal dan fundamental. Namun, kali ini analis masih direkomendasikan saham consumer goods seperti UNVR dan INDF.
Analis Kresna Securities Gifar Indrasakti mengatakan, indeks saham masih mengalami tekanan. Pasalnya, secara teknikal, indeks kini membentuk down trend baru ke arah 1.100, setelah level support 1.209 ditembus pada 18 November. "IHSG membentuk level tren baru dengan volume tinggi," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, semalam.
Menurutnya, yang mempercepat merosotnya indeks saham ke arah 1.100 adalah tekanan dari saham-saham Grup Bakrie, terutama BUMI yang masih berpotensi anjlok menuju level 680 per lembar. "Level 680 itu merupakan nilai buku saham BUMI, sehingga bila BUMI turun lagi, secara teknikal IHSG ikut terseret," paparnya.
Emiten grup Bakrie kemarin memberi tekanan pada bursa. Saham PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp 80 (9,3%) menjadi Rp 780, PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) turun Rp 25 (10%) menjadi Rp 225, serta saham PT Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 11 (9,32%) menjadi Rp 107.
Demikian pula saham PT Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 25 (8,77%) menjadi Rp 260, PT Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 1 (1,89%) menjadi Rp 52 dan PT Bakrieland Development (ELTY) stagnan di posisi Rp 66 per lembar.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk jangka pendek, ada peluang IHSG menguat. Hal ini karena sinyal IHSG yang sudah di area oversold. Namun, belum adanya pembalikan arah (reversal), sehingga untuk jangka panjang (major trend), IHSG masih akan turun mengarah ke level 950.
Analis Riset Panin Sekuritas Purwoko Sartono menilai secara fundamental tekanan di bursa Wall Street masih akan berlanjut selama masih ada perdebatan mengenai dana bailout untuk industri otomotif AS. "Hal ini masih akan memberi sentimen negatif pada IHSG," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, pelemahan indeks masih ditambah sentimen negatif dari dalam negeri berupa pergerakan rupiah yang semakin liar. Terpuruknya rupiah hingga menembus level 12 ribu per dolar AS, masih akan menghambat penguatan indeks saham.
Namun, tutur Purwoko, karena IHSG pada perdagangan kemarin mengalami sedikit penguatan, maka investor masih punya kesempatan trading hari ini. Saham-saham yang direkomendasikan adalah saham-saham consumer good. "Saya rekomendasikan untuk mengakumulasi saham UNVR dan INDF," katanya.
IHSG pada perdagangan Kamis (20/11) ditutup melemah di level 1.154,97 atau turun 25,39 poin (2,15%). Perdagangan di seluruh lantai bursa mencatat transaksi 30.390 kali dengan volume 4,042 miliar unit saham, senilai Rp 1,038 triliun. Sebanyak 27 saham menguat, 120 melemah, 42 stagnan, dan 268 stagnan.
Saham-saham yang mengalami pelemahan antara lain PT Schering Plough Indonesia (SCPI) yang ditutup melemah Rp 1.550 ke level Rp 14.200, PT Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 menjadi Rp 20.000, PT Indo Tambangraya Megah terkoreksi Rp 500 di posisi Rp 7.000 serta PT United Tractors (UNTR) melemah Rp 325 menjadi Rp 3.150.
Demikian pula saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) yang ditutup turun Rp 300 di posisi Rp 5.250, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 2.600, PT Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 140 menjadi Rp 1.340, dan PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 50 menjadi Rp 2.700.
Sedangkan saham yang menjadi top gainer antara lain PT Indosat (ISAT) naik Rp 250 menjadi Rp 4.350, PT Telkom (TLKM) yang naik Rp 150 menjadi Rp 5.750, PT Darya Varia Laboratoria (DVLA) naik Rp 140 menjadi Rp 890, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) yang naik Rp 110 menjadi Rp 950. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.