INILAH.COM, Jakarta - Pimpinan Bank Indonesia (BI) akan menggunakan seluruh instrumennya untuk mengatasi gejolak rupiah yang sampai Kamis (20/11) sore merosot lagi dan masih bertengger di atas level Rp 12.000 per dolar AS.
"Tadi dari BI menerangkan bahwa rupiah memang terkoreksi, tetapi bukan satu-satunya. Korean won antara lain juga terkoreksi," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Anggito Abimanyu, seusai rapat perkembangan situasi ekonomi terkini di Kantor Wapres di Jakarta, kemarin.
Hadir pada rapat yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut yakni Menko Perekonomian Sri Mulyani, Gubernur BI Budiono, Kepala BUMN Sofyan Djalil, Kepala Bappenas Paskah Suzeta, Menaker Erman Soeparno, Menperin Fahmi Idris, dan Menteri PU Joko Kirmanto.
Anggito juga mengatakan, pada tahun 2008 kondisi ekonomi aman. Menurutnya, terdapat kelebihan penerimaan sebesar 105% di atas APBN Perubahan. Belanja kementerian mencapai 90-95 persen dari APBN-P.
"Surplus itu untuk pembiayaan 2009," katanya.
Anggito juga mengatakan, proyeksi realisasi defisit anggaran selama 2008 sekitar 1,1% dari produk domestik bruto (PDB), turun di banding target defisit dalam APBNP 2008 sebesar 2,1% dari PDB. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !