INILAH.COM, Jakarta - Hampir satu jam setelah pembukaan, indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin mendapat tekanan hingga melorot ke level 1.115,49, Jumat (21/11).
Setelah terimbas sentimen penurunan indeks di Wall Street dan harga minyak dunia, investor kembali dibuat cemas dengan keputusan Bank Indonesia (BI) yang menempatkan Bank Century di bawah 'kekuasaan' Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) setelah bank itu mengalami kesulitan likuiditas.
Dengan kabar soal nasib Bank Century itu, investor kini makin cemas dengan masa depan sektor keuangan nasional setelah kemarin juga diprediksikan oleh ekonom Bank BRI Djoko Retnadi bahwa tekanan terhadap sektor keuangan hingga akhir 2008 masih tetap tinggi.
Indikasinya terlihat dari Financial Stability Index (FSI) yang merupakan indikator untuk menilai perkembangan stabilitas keuangan suatu negara.
Dalam FSI itu terlihat bahwa hingga Oktober 2008 mencapai 2,40 atau meningkat dibandingkan September yang sebesar 1,70.
Sementara itu, IHSG pada sekitar pukul 10:15 WIB, sudah merosot 39, 480 poin menjadi 1.115,49, sementara indeks LQ45 melorot 9,3600 poin menjadi 209,02 dan JII jatuh 6,2100 poin di level 174,06.
Tercatat hanya 3 saham menguat, 87 saham melemah dan 12 saham lainnya stagnan.
Sektor tambang masih menjadi penyumbang penurunan indeks terbesar dengan melorot 42 poin menjadi 748,55, dan disusul dengan agribisnis yang rontok 25,669 poin menjadi 665,82.[tra]