INILAH.COM, Washington Presiden terpilih AS Barack Obama berusaha memulihkan citra negaranya di mata dunia. Beberapa ahli berpendapat sebaiknya ia menunjukkan niat itu dalam tindakan ketimbang ucapan.
Sebuah kerja keras benar-benar harus ia lakukan sebab mempertahankan sebuah sambutan hangat lebih sulit dibandingkan mendapatkannya.
Dalam beberapa waktu belakangan ini, citra AS memang semakin menurun di berbagai kawasan, menyusul kiriman krisis ekonomi ke seluruh belahan bumi.
"Namun kemenangan Obama menimbulkan secercah harapan," kata John Quelch, dosen di Harvard Business School.
"Pemilu ini juga membuat dunia kembali menerima warga negara AS di manapun mereka berada."
Selain permasalahan dalam finansial dan ekonomi, berbagai kebijakan AS juga menjadi kecaman komunitas internasional. Seperti kebijakan perang Irak, penyiksaan dan perlakuan kejam terhadap para tahanan, dan pandangan terhadap Islam.
Obama, seolah mewakili suatu awal yang baru dari masa lalu AS. Menurut penulis buku Rebuilding Brand America, Dick Martin, Obama adalah satu langkah besar menuju perubahan.
"Mengubah citra Amerika di mata dunia merupakan pekerjaan lintas generasi yang harus diawali dari suatu langkah besar," tandasnya. Terutama mengingat bahwa terpilihnya Obama mendapat 'restu' dari berbagai negara. Semoga saja presiden ke-44 ini mampu mengolah beban berat di pundaknya itu dengan baik.[tra]