INILAH.COM, Jakarta - Indonesia menjadi korban pilihan kebijakan yang ditetapkan pemerintah.Pasalnya, Indonesia mengintegrasikan total ekonomi domestiknya dengan ekonomi global.
"Jika Indonesia mengintegrasikan total ekonomi domestiknya dengan ekonomi global maka Indonesia adalah korban dari kebijakan ekonomi yang telah ditetapkan," kata Pengamat ekonomi, Ichsanuddin Noorsy salah satu ekonom Tim Indonesia Bangkit itu di Jakarta, Jumat (21/11).
Ia membantah pernyataan pemerintah melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang menyebut bahwa Indonesia adalah korban tidak bersalah atas krisis finansial global yang terjadi saat ini.
Menurut dia, pernyataan itu lebih merupakan upaya membela diri atas kesalahan pilihan kebijakan ekonomi pemerintah.
"Dalam teori lahirnya korban, hampir tidak ada korban yang bebas murni dari situasi yang melahirkan adanya kejahatan," katanya.
Jika situasi itu dikaitkan dengan krisis ekonomi global dan Indonesia mengintegrasikan total ekonomi domestiknya dengan ekonomi internasional maka Noorsy menilai Indonesia sudah menjadi korban pilihan kebijakan pemerintah.
"Benar bahwa situasi eksternal yang menjadi penyebab tetapi kondisi internal selayaknya mempunyai daya bila hubungan langsung dengan kondisi eksternal yang liberal, terbatas baik pada situasi, macam, dan jumlahnya," katanya.
Oleh karena itu, Noorsy menilai pemerintah melalui pernyataan Menkeu telah secara tidak langsung mengakui kegagalan kebijakan ekonomi pemerintah. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !