INILAH.COM, Brasilia Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak mengadakan pembicaraan tak terjadwal dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Brasilia, Brasil, Kamis (20/11).
Lee dan SBY membahas cara-cara untuk memperdalam kerjasama bilateral di bidang energi sumber daya. Mereka juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama lebih erat guna mengatasi krisis keuangan finansial selama pertemuan 30 menit itu, di sebuah hotel Brasilia.
"Kedua pemimpin juga sepakat untuk saling mengunjungi masing-masing negara sesegera mungkin," kata pembantu Lee.
Lee dan Yudhoyono mengunjungi Brasil setelah menghadiri konferensi tingkat tinggi finansial Kelompok 20 di Washington DC, pekan lalu. Mereka mengadakan pembicaraan pertama di sela KTT Kelompok 8 yang diperluas di Jepang Juli.
"Lee meminta Yudhoyono untuk mendukung usaha-usaha Korea Selatan memasuki pasar pengadaan pertahanan di Indonesia dan proyek-proyek bagi pengembangan minyak, gas alam, batuabara, dan hutan," kata mereka.
Mereka juga sepakat untuk bekerjasama erat tentang isu-isu global antara lain denuklirisasi Korea Utara dan perubahan cuaca. Investasi kumulatif Korea Selatan di Indonesia mencapai US$5,6 miliar sejak tahun lalu, dengan 1.200 perusahaan Korea beroperasi di berbagai kegiatan bisnis. [*/nuz]