INILAH.COM, Ambon - Investor China, Liu Ci Yang, akan mengelola batubara di Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur(SBT) dan Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, yang berdasarkan hasil penelitian berprospek cerah.
"Investor ini sudah memiliki ijin usaha dari masing-masing Pemkab SBT dan Burub dan telah melaporkan rencana kegiatannya kepada Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu di Ambon," kata Kasubdin Geologi dan Mineral Dinas Pertambangan Maluku, Bram Tomasoa, Sabtu (22/11).
Ia mengatakan, Liu Ci Yang memiliki perusahaan batubara berskala besar yang beroperasi di Kota Santung, China, Vietnam dan Kamboja, sehingga hasil penambangannya akan diolah di salah satu pabrik di China.
Investor ini pun telah menjalin kerjasama dengan tiga perusahaan lokal untuk kegiatan eksplorasi yang diharapkan segera direalisir.
Ia juga mengisyaratkan, investor China yang baru pertama kalinya menanamkan modalnya di Maluku itu juga memprogramkan survei potensi batubara ke Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah maupun Pulau Sermata, Kabupaten Maluku Barat Daya(MBD).
"Terbuka peluang juga untuk investor asal China ini bisa mengelola potensi batu gamping di Kabupaten Buru Selatan, termasuk sektor lainnya seperti pertanian dan perikanan yang prospeknya menggembirakan," katanya.
Sementara itu, Liu Ci Yang, mengakui semakin kondusifnya stabilitas keamanan di Maluku telah memotivasi dirinya menanamkan modalnya di wilayah ini, terutama dalam mengelola aneka jenis potensi SDA.
"Saya mendapat informasi potensi SDA maupun kondisi keamanan Maluku dari Kantor Kedutaan RI di Quan Tzung, sehingga saya tertarik dan memutuskan melakukan survei. Ternyata wilayah ini berprospek untuk dikelola dalam skala besar,"ujarnya.
Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, secara terpisah, mendukung kegiatan investor dari China ini, karena akan berdampak ganda bagi daerah setempat bila kegiatan pertambangan tersebut direalisir.
"Kami senantiasa melakukan promosi untuk menjaring investor dan kini sejumlah pengusaha mancanegara mulai berdatangan melakukan eksplorasi potensi SDA Maluku dengan harapan mengurangi angka kemiskinan sekitar 29,6 persen dari 1,3 juta jiwa, tingkat pengangguran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya. [cms]