INILAH.COM, Los Angeles Tak ada lagi Michael Joseph Jackson. Nama itu sudah terkubur sejak tahun ini. Yang ada kini Mikhail Jackson. Joseph pun sangat mungkin berubah jadi Yusuf. Dia jadi selebritas dunia terakhir yang mencari kedamaian dengan Islam.
Setidaknya, tiga tahun lamanya Jackson mencari jati dirinya sebelum memutuskan memeluk Islam. Panorama, sebuah harian berbahasa Arab-Israel, tiga tahun lalu, sudah melaporkan Raja Pop itu telah meninggalkan Jehovah's Witness, sebuah aliran pada agama Kristen, dan beralih menjadi muslim.
"Penyanyi itu menyatakan dia memutuskan pindah ke Islam karena yakin, itulah agama yang paling mendekati keyakinan pribadinya," begitu tulis Panorama.
Kapan persisnya Jackson memeluk Islam? Tak banyak yang tahu. Hanya saja, Jumat (21/11) muncul laporan, penyanyi berusia 50 tahun itu menjalani proses pengislaman di rumah seorang sahabatnya di Los Angeles. Dia duduk di lantai, mengenakan peci kecil, dibimbing seorang imam, mengucapkan kalimat syahadat di rumah Steve Porcaro, sahabatnya yang jadi komposer musik albumnya, Thriller.
"Seorang imam didatangkan dari mesjid. Michael kemudian mengucapkan syahadat yang merupakan pernyataan keyakinan seorang muslim," kata seorang sumber.
Tapi, secara formal, Jackson sebenarnya sudah bergabung dengan Nation of Islam pada 17 Desember 2003. Nation of Islam adalah sebuah pergerakan Muslim kulit hitam di AS yang dibesarkan Malcolm X.
Siapa yang berpengaruh dalam proses keislaman Mikhail, banyak versi beredar. Dia menyebut tersentuh dengan pencipta lagu asal Kanada, David Wharnsby dan produser Phillip Bubal. Keduanyalah yang mendekati Jackson saat 'ketahanan' dirinya mulai goyah.
Tapi, tak pula bisa dipungkiri pengaruh kakaknya, Jermaine Jackson yang sudah menjadi Muslim sejak 1989. "Ketika saya pulang dari Mekah, saya membawakannya banyak buku. Dia banyak bertanya tentang agama saya. Saya katakan, inilah (agama) paling damai dan indah," kata Jermaine.
Tapi, yang tak kalah berperannya adalah kedamaian yang diterima Jackson sejak dia memiliki rumah di Bahrain, sebuah kerajaan kepulauan di kawasan Teluk. Dia terkesima dengan apresiasi hangat masyarakat Bahrain, meski kala itu, sebagai pemeluk Kristen, dia jadi minoritas di negara tersebut.
Karena itu pula, Jackson tak segan-segan mendermakan hartanya. Dia memberikan infak untuk sebuah mesjid di Manama, ibukota Bahrain. Dia pula yang mensupervisi guru-guru bahasa Inggris yang didatangkan dari AS untuk memberi pelajaran di madrasah di komplek mesjid tersebut.
Jackson, sejatinya, bukan selebritas papan atas dunia yang meninggalkan keyakinan lamanya dan beralih menjadi Muslim. Kakaknya, Jermaine LaJaune Jackson, memeluk Islam sejak 1989. Namanya berubah menjadi Muhammad Abdul Aziz. Dia tinggal di Los Angeles dan Bahrain. Empat tahun lalu, dia menikah dengan Halima Rashid.
Di kalangan musisi, sejumlah nama juga akhirnya mengucapkan syahadat. Mereka antara lain John Coltrane (pencipta dan saksoponis jazz), Art Blakey (musisi jazz), dan tentu saja Cat Stevens (penyanyi rock Inggris). Setelah memeluk Islam, Cat Stevens pun berganti nama jadi Yusuf Islam.
Di kalangan olahraga, yang paling banyak adalah petinju dan bintang basket. Paling terkenal tentu Muhammad Ali, mantan juara dunia yang dulu bernama Cassius Clay. Setelah itu ada pula Matthew Saad Muhammad, Dwight Muhammad Qawi, Eddie Mustapha Muhammad, Chris Eubank, dan Mike Tyson.
Tyson berganti nama jadi Malik Abdul Aziz setelah masuk Nation of Islam. Dia menjadi muslim saat berada di penjara karena keterlibatan dalam kasus pemerkosaan.
Islam pula yang menyelamatkan Tyson dari sebuah rencana pembunuhan pada tahun 2000. Saat itu, namanya sudah beredar di antara orang yang akan jadi sasaran pembunuhan kelompok Cash Money Brothers.
"Kelompok ini bahkan sudah mengintai Tyson beberapa bulan kemudian dan siap menembak. Tapi, rencana pembunuhannya urung dilaksanakan karena Tyson adalah seorang Muslim," ujar Shelby Henderson, anggota geng tersebut dalam kesaksiannya di pengadilan federal Brooklyn, Juni lalu. [I4]