Senin, 28 Mei 2012 | 13:26 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Heboh Yahudi Neo Nazi di Israel
Oleh:
web - Senin, 24 November 2008 | 09:12 WIB
INILAH.COM, Jerusalem - Israel dihebohkan dengan kehadiran sekelompok orang yang menyerang sinagog. Mereka diklain sebagai gerakan neo Nazi yang menebarkan kebencian kepada Yahudi Israel.

Kasus yang menggemparkan Israel itu melibatkan 8 orang dan tiga di antaranya masih belum berumur dewasa saat peristiwa tersebut pada tahun 2005 hingga 2007.

Para terpidana itu terbukti bersalah dengan adanya rekaman aksi mereka untuk disiarkan lewat Internet. Antara lain ketika mereka menendangi dan memukuli gelandangan, pecandu Narkoba dan umat agama Yahudi.

Barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan antara lain serangam Nazi, potret-potret Adolf Hitler, pisau, senjata, dan bahan peledak TNT.

Pemimpin gang Patrol 36, Erik Bonite, yang juga punya julukan 'Ely the Nazi' dihukum tujuh tahun penjara. 8 Orang itu juga dinyatakan bersalah karena melakukan 'kebencian rasial'. 7 Dari anggota geng di kota satelit Tel Aviv, Petah Tikva itu bahkan berencana merayakan hari kelahiran pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler.

Dalam undang-undang 'Pulang ke Israel', disebutkan bahwa kewarganegaraan akan diberikan kepada orang yang paling tidak punya satu kakek atau nenek yang Yahudi. Hampir 1,2 juta Yahudi Soviet sudah pindah ke Israel sejak Uni Soviet bubar tahun 1991. Sebanyak 300 ribu di antaranya tidak menganggap diri sebagai orang Yahudi, ungkap data kementerian imigran Israel.

"Aksi-aksi yang dilakukan para terdakwa adalah fenomena menyeramkan, mengejutkan, dan mengerikan dan mengingatkan kita pada kejadian-kejadian Malam Cristal," kata Hakim Tsvi Gurkinkel saat membacakan putusannya.

Pada 9 hingga 10 November tahun 1938 terjadi serangan-serangan terhadap Yahudi dan toko-toko mereka di berbagai pelosok Jerman, terutama dengan menghancurkan jendela-jendela. Kejadian itu dikenal sebagai Malam Cristal.

"Mengerikan jika tahu bahwa mereka adalah Yahudi asal eks-Uni Soviet dan mereka simpati terhadap orang-orang yang menyakini teori-teori rasis," kata hakim Gurkinkel.[*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.