INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (25/11) diperkirakan masih tertekan, meskipun berada dalam range trading. Namun, penjagaan yang dilakukan BI terus menahan rupiah agar tidak bergerak dalam rentang yang cukup lebar.
Analis valas Bank HSBC Ruben Teguh mengatakan, pelemahan rupiah yang kemarin bergerak di bawah level 13 ribu per dolar AS, masih akan terjadi hari ini. Hal ini dipicu masih tingginya permintaan dolar AS di pasar domestik menjelang akhir bulan.
"Rupiah akan bergerak di kisaran 12.300-12.800 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, semalam. Kendati permintaan dolar meningkat, lanjut Ruben, sebenarnya di pasar tidak terjadi kekurangan pasokan mata uang AS.
Menurutnya, kekeringan likuditas yang terjadi saat ini disebabkan karena tidak adanya transaksi yang terjadi di pasar. "Tipisnya transaksi karena krisis global masih menjadi kekhawatiran utama, sehingga investor takut bertransaksi di pasar forex," ujarnya.
Menurutnya, kecenderungan investor memiliki dolar AS sebagai safe haven juga meningkat, apalagi Pemerintah AS saat ini makin gencar menerbitkan surat utang jangka panjang atau Treasury Bond (T-Bond) yang merupakan salah satu skema pembiayaan program dana talangan (bailout) industri keuangan AS.
Surat utang ini diyakini akan menyedot dolar AS yang tersebar di seluruh dunia. "Investor akan memilih SUN (Surat Utang Negara) dari pemerintah AS di tengah ketidakpastian yang terjadi pada negara lain," katanya.
Selain itu, lanjut Ruben, investor mempunyai pandangan bahwa krisis berawal di AS kemudian menyebar ke kawasan lain. Sehingga mereka berekspektasi, bahwa krisis di AS akan berakhir terlebih dulu dibandingkan negara lain. "Inilah yang menyebabkan aksi buru dolar AS masih berlangsung," ulasnya.
Ruben menambahkan bahwa BI akan konsisten mensuplai dolar jika terjadi peningkatan permintaan mata uang AS di pasar. Meskipun demikian, bank sentral Indonesia dinilainya tidak akan terlalu agresif lagi.
Pasalnya, peluang penguatan rupiah dalam kondisi ekonomi dunia yang saat ini belum pulih, sangat sulit. "Rupiah ada potensi menguat, namun masih sulit kembali ke level 10 ribuan," paparnya.
Kurs rupiah di pasar spot antar bank, Senin (24/11) ditutup melemah 250 poin ke posisi 12.320 per dolar AS. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya ditutup menguat.
Rupiah terhadap dolar Singapura naik ke 7.834,85, atas dolar Hong Kong terapresiasi menjadi 1.548,39, terhadap dolar Australia menguat ke 7.552,88 dan atas euro naik ke level 15.142,38.
Sementara dolar AS terhadap sejumlah mata uang asing lainnya cenderung bervariasi. Dolar menguat terhadap mata uang Jepang dan mata uang gabungan negara Eropa di level 95,38 yen dan 1,261 euro. Kemudian dolar atas mata uang Hong Kong naik di HK$ 7,7519 , atas mata uang Singapura melemah ke S$ 1,5320 dan atas mata uang Korsel turun ke 1,493,50 won. [E1]