INILAH.COM, Jakarta - Posisi rupiah terhadap dolar AS kian terseok. Selasa (25/11) pukul 08:24 WIB rupiah sudah bertengger di level 12.400 per dolar. Para pelaku pasar kian pesimis terhadap perkembangan ekonomi dunia saat ini.
Selain adanya sentiment negatif, pelaku pasar memang membutuhkan dolar AS dalam jumlah besar menjelang akhir tahun. Mereka mempersiapkan diri untuk menyambut liburan ke luar negeri. Selain itu itu korporat juga membeli dolar AS untuk membayar utang yang telah jatuh tempo.
Pemerintah saat ini terlihat belum mempersiapkan diri dalam menghadapi tekanan pasar terhadap kebutuhan dolar AS yang makin besar. Untuk mendukung rupiah lebih lanjut, seharusnya bank sentral dan pemerintah harus bekerja sama dengan bank sentral lain dalam upaya memasok dolar AS ke pasar sehingga dapat meminimalkan kebutuhan dolar AS yang meningkat.
Selain itu, pemerintah juga perlu memonitor lebih jauh dana warga negara Indonesia yang parkir di luar negeri dan mengajak mereka kembali ke tanah air untuk mengurangi tekanan pasar terhadap rupiah. [cms]