INILAH.COM, Jakarta - Setelah cukup lama mengalami tekanan jual terkait dengan penggadaian untuk menjamin utang Bakrie & Brothers, akhirnya saham Bumi Resources (BUMI) menghijau juga.
Bahkan pada perdagangan Senin (24/11), saham BUMI berada di kisaran Rp 640 per lembar, sementara menjelang penutupan sesi pertama perdagangan Selasa (25/11), harga saham perusahaan tambang batubara ini menguat Rp 140 menjadi Rp 850.
Penguatan harga saham ini erat kaitannya dengan menguatnya harga minya mentah di kisaran US$ 54 per barel yang akhirnya mengangkat kinerja sektor tambang.
Selain itu, menghijaunya saham BUMI ini juga ditunjang oleh aksi beli kembali saham oleh perseroan.
Sebelumnya, Menneg BUMN Sofyan Djalil mengatakan bahwa PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) telah mundur dari rencana bergabung dalam konsorsium Northstar Pacific untuk membeli 35% saham BUMI.
Mundurnya PTBA dalam konsorsium itu terkait dengan terus melorotnya saham BUMI belakangan ini.[tra]