INILAH.COM, Jakarta - Perlahan-lahan, posisi rupiah terhadap dolar mulai mendekati level 13.000 per dolar AS. Pada pukul 16:20, posisi rupiah sudah bertengger di 12.500 per dolar AS.
Selain adanya sentiment negatif, pelaku pasar memang membutuhkan dolar AS dalam jumlah besar menjelang akhir tahun. Mereka mempersiapkan diri untuk menyambut liburan ke luar negeri. Selain itu itu korporat juga membeli dolar AS untuk membayar utang yang telah jatuh tempo.
Pemerintah saat ini terlihat belum mempersiapkan diri dalam menghadapi tekanan pasar terhadap kebutuhan dolar AS yang makin besar. Untuk mendukung rupiah lebih lanjut, seharusnya bank sentral dan pemerintah harus bekerja sama dengan bank sentral lain dalam upaya memasok dolar AS ke pasar sehingga dapat meminimalkan kebutuhan dolar AS yang meningkat.
Penerapkan blanket guarantee saat ini sangat diperlukan untuk menghindari efek domino larinya dana-dana dari perbankan nasional, terutama bank kecil, ke bank luar negeri yang menerapkan penjaminan penuh, seperti Singapura dan Hongkong. [cms]