INILAH.COM, Mekah - Ratusan calon haji (Calhaj) yang ditempatkan di Maktab 68, rumah pemondokan 908 di daerah Zahir, sekira 7 Km dari Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, kelimpungan karena air tidak mengucur sejak Selasa Subuh waktu setempat.
Beberapa Calhaj yang berada di rumah pemondokan 908, yang terdiri atas beberapa Kloter, karena tidak tahan dengan kondisi yang berulang seperti itu melapor dan protes kepada ketua Kloter.
"Masa sejak Subuh air tidak 'ngocor' (mengucur) sampai mau masuk Zuhur, dan kejadian seperti ini terus berulang," kata seorang ibu, Calhaj dari Kota Cimahi di tangga lantai 4, Mekah, Selasa (25/11) waktu setempat.
"Jangankan untuk kebutuhan mencuci dan lainnya, untuk air wudhu saja kita jadi kesulitan," tambahnya.
Bahkan, karena air ditunggu sekian lama tidak mengucur, sejumlah Calhaj terpaksa berjalan ke masjid-masjid di sekitar pemondokan untuk 'numpang' keperluan buang air besar.
"Tapi hasilnya sama-sama kita rasakan sampai hari ini masih belum ada kemajuan, karena keluhan Calhaj lebih banyak soal pasok air yang sering tersendat," katanya.
Dalam penilaian dr Ajeng Normala dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter 16, program pengarahan soal sanitasi dan kesehatan lingkungan pada Calhaj menjadi 'dimentahkan' akibat pasok air yang sering macet alias tidak mengucur itu.
"Saat pengarahan kita sampaikan soal menjaga kebersihan soal MCK (mandi, cuci, kakus), namun terkendala dengan kondisi nyata soal pasok air itu," katanya.[*/ana]