Minggu, 27 Mei 2012 | 04:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BUMI Siap Pompa Saham Bakrie
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Asteria
web - Rabu, 26 November 2008 | 09:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Emiten grup Bakrie sudah mulai memperlihatkan taringnya. Penguatan yang dialami PT Bumi Resources (BUMI) hingga menyentuh auto rejection batas atas 20%, diyakini bakal memompa saham grup Bakrie lainnya untuk melesat.
Analis pasar modal Felix Sindhunata mengatakan bahwa penurunan saham Grup Bakrie selama ini hanya terbawa sentimen pasar. "Sebetulnya tidak ada yang salah dengan anak-anak perusahaan Bakrie. Tinggal masalah keseimbangan pasar, keseimbangan suplai dan demand menjadi poin penting," papar Felix, kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.
Felix menilai saham anak-anak usaha grup Bakrie, masih berpotensi menguat ke depan. Hal ini terjadi kalau panik jual sudah berakhir dan investor kembali ke titik rasional.
"Ketika orang panik, mereka akan menjual barang, nggak lihat fundamental. Begitu kepanikan itu mereda mereka akan kembali ke fundamental. Nah sekarang masalahnya sekarang tinggal seberapa tahan konsistensi dari dari sikap rasional ini," imbuhnya.
Sementara analis Paramitra Alfa Securities Pardomuan Sihombing mengatakan terapresiasinya saham tambang BUMI menjadi sentimen positif bagi penguatan saham-saham Bakrie yang lain.
Hal ini terkait besarnya kapitalisasi saham BUMI di pasar, sehingga emiten ini dijadikan acuan dan motor penggerakan bagi pergerakan saham lainnya. "Kalau saham BUMI sudah bisa berbalik arah lagi, artinya sentimen positif bagi saham Bakrie lainnya," ujarnya.
Lebih lanjut Pardomuan mengatakan bahwa kenaikan saham group Bakrie sebenarnya sudah terjadi sejak pekan lalu. Ekspektasi melesatnya emiten-emiten ini dinilainya masih wajar, terkait fundamental emiten yang masih bagus.
Menurutnya, jatuhnya saham Grup Bakrie selama ini dipicu transaksi repo yang dilakukan induk usaha, PT Bakrie & Brother (BNBR). "Kalau kita based on fundamental tentu masih bagus-bagus. Growth-nya masih bagus-bagus. Namun dengan adanya transaksi repo, sentimennya menjadi negatif di pasar.
Saham tambang BUMI pada perdagangan Selasa (25/11) mengawali penguatan pertamanya sejak suspensi dicabut 6 November silam. Pada awal perdagangan, saham tambang batubara ini berhasil melesat 140 poin (19,71%) ke level Rp 850 dan terkena auto rejection batas atas 20%.
Padahal, dalam beberapa pekan terakhir, saham BUMI terus anjlok dan tidak mampu lepas dari auto rejection batas bawah 10%. Hal ini menyebabkan harga saham BUMI terpuruk cukup dalam hingga menyentuh Rp 640 pada perdagangan Senin (25/11) yang merupakan level terendahnya.
Dibandingkan level penutupan tertinggi di level Rp 8.550 pada 12 Juni 2008, berarti saham produsen batubara terbesar di Asia ini telah mengalami penurunan signifikan 92,5%.
Felix kembali memaparkan, reboundnya saham BUMI terjadi karena kombinasi beberapa sentimen positif, seperti fundamental yang baik, ekspektasi penguatan saham jangka pendek, serta rencana pembelian saham BUMI oleh Northstar.
"Saya pikir karena faktor kombinasi. Pelaku pasar mulai mengantisipasi batas akhir akuisisi 35% saham BUMI oleh Northstar. Selain karena saham BUMI sudah mencapai batas terendahnya,"katanya.
Sedangkan analis Optima Securites Ikhsan Binarto mengatakan, investor mulai membeli saham BUMI karena aksi buyback yang akan digelar perseroan pekan ini.
Pembelian kembali saham yang rencananya dilakukan pada kisaran harga rendah, diyakini dapat mendongkrak harga saham. "Minat investor untuk membeli saham BUMI muncul dan harga saham kembali rebound," katanya.
Buyback tersebut rencananya akan menggunakan harga saham BUMI yang sedang beredar saat ini. Hal ini berbeda dengan rencana sebelumnya dimana BUMI menargetkan buyback di harga Rp 2.500 per saham, lebih tinggi 111,86% dari harga saham BUMI di pasar.
Jika buyback selesai, nilai ekuitas BUMI akan berkurang US$ 824,67 juta dan asetnya susut US$ 224,67 juta. Ikhsan pun menilai, dengan fundamental serta kinerja emiten yang cukup bagus, harga BUMI saat ini sangat murah.
Program buyback BUMI akan dilakukan dalam dua tahap. Hingga akhir tahun, BUMI akan membeli 1,08 miliar saham. Sementara tahap kedua yaitu di 2009, BUMI akan membeli 2,22 miliar saham. Anggaran yang disiapkan mencapai US$ 824,67 juta (Rp 8,25 triliun dengan kurs 10 ribu per dolar AS), berasal dari kas internal dan utang.
Selain BUMI, saham Bakrie yang terpantau naik adalah saham PT Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) menguat Rp 39 poin ke level Rp 234, PT Bakrieland Development (ELTY) naik 11 poin ke level Rp 76, dan saham PT Bakrie Telecom Tbk BTEL) yang naik 6 poin ke level Rp 58 per lembar.
Sedangkan saham PT Bakrie & Brothers (BNBR) terpantau turun 8 poin ke level Rp 80 per lembarnya dan saham PT Energi Mega Persada (ENRG) turun 20 poin ke level Rp 195 per lembarnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.