INILAH.COM, Jakarta Mantan Wakil Presiden Adam Malik dinyatakan sebagai agen rahasia Amerika Serikat (CIA), dalam buku Tim Weiner yang berjudul Membongkar Kegagalan CIA: Spionase Amatiran Sebuah Negara Adidaya. Keberadaan buku itu dinilai PKS perlu diwaspadai karena berpotensi merusak hubungan luar negeri Indonesia.
"Yang perlu diwaspadai adalah apakah ada upaya untuk mengrusak hubungan Indonesia-AS," ucap Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta kepada INILAH.COM, Selasa (25/11).
Menurut Anis, saat ini banyak pihak yang berkepentingan mengadudomba antara satu negara dengan negara lainnya. "Terlepas itu negara maju maupun berkembang," ujarnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut upaya adu domba tersebut.
Dengan terbitnya buku tersebut, bagi Anis, masyarakat Indonesia tidak perlu menyikapinya secara berlebihan. Cukup pemerintah saja yang mengeluarkan pernyataan resmi. "Karena Pak Adam Malik merupakan mantan pejabat publik, yakni wakil presiden dan pahlawan nasional Indonesia," tegasnya.
Di samping itu, lanjut Anis, pemerintah juga perlu mencari tahu apakah dengan terbitnya buku itu merupakan klaim pribadi penulis atau merupakan penelitian terhadap sebuah data.
Buku yang yang ditulis wartawan The New York Times itu diterbitkan dalam edisi Bahasa Indonesia oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada 2008. Sedangkan buku asli dengan edisi Bahasa Inggris diterbitkan pada 2007 dengan judul Legacy of Ashes: The History of CIA.
Data yang dipakai Tim Weiner adalah 50 ribu arsip CIA, wawancara mendalam dengan ratusan veteran CIA, dan pengakuan 10 direktur CIA. Sumber-sumber utama Tim Weiner juga diperoleh dari sejumlah perpustakaan kepresidenan. Antara lain Franklin D Rooselvet, Harry S Truman, Dwight D Eisenhower, John F Kennedy, Lyndon B Johnson, Richard M Nixon, Gerald R Ford, Jimmy Carter, dan George HW Bush Presidential Library. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !