INILAH.COM, Jakarta - Harga saham milik Bumi Resources (BUMI) yang mulai merangkak naik pasca masuknya investor asing, seharusnya menjadi kesempatan emas bagi pemerintah untuk menguasainya.
"Pemerintah kita keduluan Soros, karena pada hari ini saham Bumi Resources sudah naik," kata ekonom Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati, dalam Seminar ekonomi 'Outlook 2009 INDEF' di Jakarta, Rabu (26/11).
Nina beranggapan, pemerintah tidak mengambil langkah privatisasi, di tengah situasi pasar modal yang memburuk. Padahal, di negara maju, situasi saat ini bisa menjadi moment bagi pemerintah untuk meningkatkan aset nasional (beli pada saat harga saham murah). "Jadi tidak salah kalau pemerintah beli saham BUMI," ujarnya.
Yang penting, kata Nina, tujuan dari pembelian saham tersebut untuk menasionalisasikan aset private menjadi aset nasional. "Jadi bukan untuk menolong kelompok tertentu," tukasnya.
Harga BUMI pagi ini naik lagi ke Rp 970 per saham atau langsung menguat 120 poin (14,12%). Kenaikan ini dipicu oleh masuknya investor asing yang membeli saham BUMI. [cms]