Rabu, 23 Mei 2012 | 22:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Sayang! Pemerintah Disodok Soros
Headline
inila.com/Bayu Suta
Oleh:
web - Rabu, 26 November 2008 | 11:11 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Harga saham milik Bumi Resources (BUMI) yang mulai merangkak naik pasca masuknya investor asing, seharusnya menjadi kesempatan emas bagi pemerintah untuk menguasainya.

"Pemerintah kita keduluan Soros, karena pada hari ini saham Bumi Resources sudah naik," kata ekonom Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati, dalam Seminar ekonomi 'Outlook 2009 INDEF' di Jakarta, Rabu (26/11).

Nina beranggapan, pemerintah tidak mengambil langkah privatisasi, di tengah situasi pasar modal yang memburuk. Padahal, di negara maju, situasi saat ini bisa menjadi moment bagi pemerintah untuk meningkatkan aset nasional (beli pada saat harga saham murah). "Jadi tidak salah kalau pemerintah beli saham BUMI," ujarnya.

Yang penting, kata Nina, tujuan dari pembelian saham tersebut untuk menasionalisasikan aset private menjadi aset nasional. "Jadi bukan untuk menolong kelompok tertentu," tukasnya.

Harga BUMI pagi ini naik lagi ke Rp 970 per saham atau langsung menguat 120 poin (14,12%). Kenaikan ini dipicu oleh masuknya investor asing yang membeli saham BUMI. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.