INILAH.COM, Jakarta - Banyak kalangan terkaget-kaget ketika tahu George Soros membeli saham PT Bumi Resources (BUMI), dan tak sedikit pula yang menyalahkan pemerintah terlalu lamban bertindak sehingga semakin banyak perusahaan prospektif dikuasai asing.
Namun, di balik keterkejutan itu sebenarnya ada sinyal bagus yang dipancarkan investor asing itu, termasuk si raja investasi berdarah Yahudi itu.
Lalu apa sebenarnya sinyal positif itu? Tak lain dan tak bukan sinyal itu adalah bukti bahwa investor asing mulai bangkit kembali kepercayaannya terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Seperti yang ditegaskan Dirut BEI Erry Firmansyah bahwa sampai saat ini investor asing masih melakukan transaksi di BEI. Dan kalau mereka bertransaksi berarti sudah yakin dengan ekonomi Indonesia, termasuk miliader dari AS, Soros.
"Kalau mereka invest berarti sudah yakin, sampai saat ini broker asing tetap transaksi. Mereka kan kliennya investor asing, tidak hanya Soros," kata Erry di sela-sela Investor Summit & Capital Market Expo 2008 di Jakarta, Rabu (26/11).
Setelah krisis, katanya, investor asing di bursa mencapai 50%, padahal sebelum krisis mencapai 60%.
Pada Selasa kemarin, Soros dikabarkan ikut membeli saham BUMI melalui Arch Coal Inc. Ia telah membeli 2,9 juta lembar saham Arch Coal Inc melalui Soros Fund Management LLC.
Pembelian saham BUMI kemarin menyebabkan saham tersebut menguat Rp 140 per lembar dan kini saham perusahaan tambang milik keluarga Bakrie itu sudah melampaui Rp 1.000 per lembar.[tra]