INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antar bank Jakarta, Rabu (26/11) turun 175 poin menjadi Rp12.275 di banding penutupan hari sebelumnya Rp 12.100 per dolar AS.
Pelemahan ini masih disebabkan kebutuhan dolar AS di pasar domestik yang masih tetap tinggi.
Direktur Utama PT Financ Corpindo, Edwin Sinaga mengatakan rupiah cenderung melemah, namun posisinya masih berada di level antara Rp 12.300 hingga Rp 12.500 per dolar AS.
Hal ini disebabkan pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) masih terus mencari solusi dalam menyediakan kebutuhan dolar AS bagi pelaku pasar. BI kemungkinan akan bekerja sama dengan bank sentral negara lain untuk mengatasi kebutuhan dolar AS yang meningkat di pasar domestik.
Upaya ini diharapkan akan dapat mengurangi tekanan terhadap rupiah yang semakin terpuruk hingga berada di atas angka Rp 12.000 per dolar AS.
Ia mengatakan, pasar uang domestik saat ini masih didominasi aksi beli dolar AS, meski mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan saatnya untuk dilepas. Namun pelaku pasar cenderung malah menyimpannya karena khawatir akan terjadinya kenaikan dolar AS. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !