INILAH.COM, Jakarta Indeks saham mampu membukukan peningkatan yang gemilang. Hal ini dipicu sentimen positif dari membaiknya bursa regional dan global, dan maraknya aksi beli saham, seiring masuknya investor asing ke saham PT Bumi Resources (BUMI).
IHSG pada perdagangan saham Rabu (26/11) ditutup melesat tajam 39,010 poin (3,38%) menjadi 1.193,151. Indeks LQ-45 naik 9,790 poin (4,47%) menjadi 228,867 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 8,244 poin (4,55%) menjadi 189,516.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka naik tipis 0,66% di level 1.161 dan terus merambat naik hingga sesi siang berada di level 1.187. Penguatan terus terjadi hingga sesi sore indeks berada di level 1.193, seiring maraknya sentimen positif di pasar bursa.
Analis Recapital Securities Poltak Hotradero mengatakan, IHSG menguat karena investor melakukan konsolidasi setelah pasar sempat tertekan selama empat hari terakhir. Ia pun menilai pasar sudah menemukan arahnya sehingga indeks mulai menguat. "Kenaikannya merata dan cukup tinggi sehingga indeks sustainable," katanya.
Selain itu, lanjutnya, penguatan indeks secara signifikan juga didukung adanya credit swap dimana kondisi kredit membaik diindikasikan dengan risiko kredit yang menurun. "Hal ini memicu aliran dana masuk dalam jangka pendek," ujarnya.
BI pun mengindikasikan akan menurunkan suku bunga acuan BI rate bulan depan untuk menggairahkan perekonomian nasional. Dalam waktu dekat, pelaku pasar menunggu data inflasi November. "Bila inflasi turun, maka akan semakin memuluskan rencana BI menurunkan suku bunga," tambahnya.
Sentimen positif lain datang dari kabar bahwa George Soros bersama perusahaan investasi asal AS, T Rowe mengakumulasi saham PT Bumi Resources (BUMI). Selain itu grup investasi raksasa asal Jepang, Sumitomo, telah menyiapkan dana US$ 500 juta untuk memborong saham BUMI melalui afiliasinya yaitu Sumitomo Energy.
Saham BUMI pun membuncah karena pelaku pasar menilai sudah berada di posisi rendah dan sudah saatnya untuk akumulasi beli. "Aksi Soros memicu investor melakukan pembelian terhadap saham-saham unggulan yang sudah murah, terutama saham tambang seperti BUMI," timpalnya.
Tak heran, nilai transaksi BUMI mencapai sepertiga dari seluruh transaksi bursa. BUMI pun terkena auto rejection batas atas pada sesi pertama, naik Rp 170 (20%) menjadi Rp 1.020 per saham. Saham BUMI mencetak harga terendah Rp 640 per saham pada 24 November 2008. Sedangkan harga tertinggi Rp 8.750 pada Juni 2008.
Saham komoditas juga terapresiasi dipicu kenaikan harga minyak mentah Nymex. Di pasar Asia, harga minyak mentah untuk kontrak Januari naik 53 sen (1%) di level US$ 51,3 per barel.
Sedangkan dari sisi eksternal, naiknya IHSG ditopang penguatan bursa regional dan global, paska keputusan The Fed yang akan menyuntikkan stimulus moneter senilai US$ 800 miliar guna menyelamatkan sektor keuangan AS.
Perinciannya adalah, US$ 600 miliar digunakan untuk membeli utang dan mortgage-backed securities dan US$ 200 miliar untuk meningkatkan ketersediaan kredit konsumsi.
Sentimen ini mengalahkan memburuknya pertumbuhan ekonomi kuartal tiga 2008 yang turun 0,5% dan gagalnya BHP Billiton mengakuisisi Rio Tinto karena ketatnya likuiditas. Alhasil, optimisme investor muncul dan memicu aksi beli di pasar.
Bursa regional ditutup dominan menguat. Indeks Shanghai Composite di bursa China menguat 9,17 poin (0,49%) pada level 1.897,88 dipimpin kenaikan terhadap sektor produsen baja dan indeks Hang Seng di bursa Hong Kong naik 490,85 poin (3,81%) ke level 13.369,45.
Bursa Jepang ditutup turun akibat penguatan yen. Indeks Nikkei turun 110,71 poin (1,3%) pada level 8.213,22 sedangkan indeks Topix turun 14,36 poin (1,7%) pada level 817,22.
Kemudian indeks Kospi di bursa Korea naik 46,46 poin (4,72%) pada level 1.029,78 dipimpin sektor perbankan dan indeks STI di bursa Singapura naik 40,95 poin (2,48%) ke level 1.694,20, indeks Taiex di bursa Taiwan naik 0,1% pada level 4.271,8 dan indeks KLCI di bursa Malaysia turun 3,81 poin (0,44%) pada level.
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi 61.848 kali, dengan volume 3,241 miliar unit saham, senilai Rp 2,207 triliun. Sebanyak 92 saham naik, 48 saham turun dan 61 saham stagnan.
Saham-saham yang naik antara lain PT Bukit Asam (PTBA) naik Rp 650 menjadi Rp 6.850, PT Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 menjadi Rp 8.200, PT Astra Otoparts (AUTO) menguat Rp 500 menjadi Rp 3.025, serta PT Astra Agro Lestari (AALI) terangkat Rp 400 menjadi Rp 7.050.
Demikian pula PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terdongkrak Rp 325 menjadi Rp 2.875, PT Astra Internasional (ASII) menguat Rp 300 menjadi Rp 8.450 dan PT Telkom (TLKM) naik Rp 300 menjadi Rp 5.750.
Sedangkan saham-saham yang melemah mayoritas saham lapis kedua seperti PT Schering Plough Ind (SCPI) yang anjlok Rp 1.400 menjadi Rp 12.800, PT Smart (SMAR) melemah Rp 150 menjadi Rp 1.450 dan PT Voksel Electric (VOKS) turun Rp 40 menjadi Rp 360. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !