INILAH.COM, Jakarta Setelah terpuruk selama dua bulan terakhir, saham PT Bumi Resources akhirnya berhasil bangkit, dipicu aksi borong sejumlah sekuritas asing. Berbagai kabar miring pun beredar, terkait akuisisi Northstar dan adanya aksi spekulan.
Pardomuan Sihombing, analis Paramitra Alfa Securities menilai, aksi borong saham BUMI masih dalam tahap wajar. Pasalnya banyak sentimen positif bertebaran di pasar, seperti rencana buyback BUMI dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BNBR yang diperkirakan akan menyelesaikan maslah utang grup Bakrie. Sedangkan emiten tambang batubara ini secara fundamental, juga masih baik.
Ditanya mengenai keterkaitan masuknya pihak asing menjelang pengumuman akuisisi BUMI oleh Northstar, Pardomuan menyarankan untuk mencermati hingga hal itu terjadi.
"Jadi kita tunggu realisasinya. Kalau mempengaruhi harga Northstar, mungkin saja. Tinggal kita tunggu skenarionya. Mungkin itu sebagai tambahan," ujarnya.
Berdasarkan data Bloomberg, tiga broker asing yaitu CLSA Indonesia, CIMB-GK Securities, dan Phillip Securities membukukan nilai beli bersih terbesar saham BUMI. Seorang pelaku pasar membisikkan, beberapa hedge fund mulai mengoleksi saham BUMI melalui broker asing tersebut.
Selain itu, George Soros, dan dua hedge fund yang berbasis di AS, yaitu Citadel Investment Group LLC dan T. Rowe Price Group Inc. sedang mengumpulkan saham-saham produsen batubara, termasuk saham Bumi.
Berikut kutipan wawancaranya dengan INILAH.COM.
Pihak asing kemarin banyak memborong saham BUMI, apa pendapat anda?
Saya melihat pemborongan saham-saham BUMI wajar-wajar saja. Sebenarnya sentimen positifnya, terkait dengan rencana BNBR yang akan menggelar RUPS tanggal 11 Desember. Walaupun agendanya BNBR akan menjual asetnya, hal itu direspons pasar sebagai sentimen positif. Artinya kemungkinan besar BNBR akan menyelesaikan masalah keuangannya. Itu yang menjadi sentimen positif bagi saham-saham di Group Bakrie, khususnya di saham BUMI.
Tapi, mengapa mereka membelinya di harga tertinggi dan tidak pada harga rendah?
Harga BUMI saat ini masih di level terendahnya. Kalau sekarang harganya misalnya Rp850 atau Rp1.000, juga kan masih murah kalau mereka ekspekatasi di harga Rp3.000. Tapi, lagi-lagi acuannya ke fundamental. Kalau sahamnya bagus, fundamental bagus, diberi harga Rp8.000, bagi mereka masih murah.
Apakah ada kaitannya dengan akuisisi BUMI oleh Northstar?
Kalau dengan Northstar, saya rasa itu merupakan rumor di pasar. Jadi kita tunggu realisasinya. Kalau mempengaruhi harga Northstar, mungkin saja. Tinggal kita tunggu skenarionya. Mungkin itu sebagai tambahan. Tapi, faktor dominannya adalah karena akan diadakannya RUPS LB BNBR. Artinya masalah keuangan Bakrie akan diselesaikan sehingga menjadi sentimen positif bagi saham BUMI dan saham Bakrie lainnya.Masalah rumornya rasanya itu kita jadi tambahan yang menjadi sentimen positif tambahan.
Ada kabar yang menyebutkan pembelian BUMI oleh asing ini bersifat spekulasi, yaitu untuk memainkan harga, apa tanggapan anda?
Nah itu kan kita belum tahu lagi. Kita menunggu lagi bagaimana kabarnya. Kalau misalnya kita menebak nanti kita salah lagi. Lebih baik sih kita melihat secara sentimen saja. Tapi, kalau kita menebak jangan-jangan Northstar di belakang CLSA dan CIMB, Northstar beli lewat CLSA dan CIMB, nanti kita artinya kita sudah menebak-nebak duluan dan itu bisa jadi blunder bagi kita
Tapi, masalah utamanya bukan di situ. Masalah utamanya adalah BUMI sudah bisa berbalik lagi dan itu artinya menjadi sentimen positif bagi saham-saham Bakrie yang lain.
Bagaimande dengan fundamental saham grup Bakrie?
Saham Bakrie secara fundamental baik. Namun transaksi repo ini menjadi sentimen negatif di pasar. Kalau kita based on fundamental, companynya masih bagus. Gross-nya juga bagus. Jadi, terlepas dari transaksi repo itu, fundamental saham Bakrie masih bagus-bagus.
Menurut anda, apakah aksi beli akan terjadi secara konsisten?
Kalau kita melihat, arahnya memang begitu. Dengan kenaikan yang didukung volume, kita perkirakan akan berlanjut beberapa waktu ke depan. Untuk jangka pendek, paling sampai RUPS LB-nya nanti tanggal 11 Desember nanti. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !