Rabu, 23 Mei 2012 | 22:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
ANTM Pun tak Bisa Masuk BUMI
Oleh: Wahid Ma'ruf
web - Kamis, 27 November 2008 | 04:08 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Peluang BUMN untuk membeli saham PT Bumi Resources (BUMI) tidak hanya tertutup untuk TB Bukit Asam (PTBA) saja tetapi juga dialami oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Padahal ke depan ANTM juga memerlukan batubara yang cukup besar untuk memasok PLTU.

"Kita sudah tidak bisalah ikut beli BUMI, kan sudah dijelaskan PTBA. Jadi Tidak hanya PTBA tapi semua BUMN," jelas Dirut Antam Alwin Syah Loebis usai public expose di Jakarta, Rabu malam (26/11).

Namun, pihaknya memiliki strategi lain untuk memenuhi kebutuhan batubara, yaitu dengan mengakuisisi perusahaan tambang batubara kecil. Jadi pasokan batubara ke ANTM akan terjamin.

Untuk PLTU di Kalimantan, ANTM membutuhkan batubara sebanyak 2 juta ton per tahun. Dengan kebutuhan kalori mencapai 5.000 untuk mendukung PLTU tersebut.

Perusahaan yang diincar saat ini baru persiapan produksi yang membutuhkan waktu 2,5 tahun. Untuk itu tahun depan akan dimulai proses akuisisi dengan menggunakan dana internal. Saat ini baru pada tahap pembicaraan untuk perusahaan batubara di Kalimantan, Sumatera dan Papua.

Akuisisi juga dilakukan ANTM untuk perusahaan penambang emas di Martabe, Sulawesi. Opsinya dimulai pada 10% dan maksimal sampai 25%.

Namun, pihaknya masih belum sepakat karena 10% harganya mencapai US$ 66 juta. Perundingan tadinya dibatasi sampai November namun diperpanjang sampai Januari 2009.[tra]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.