inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Calon Haji Indonesia Terjebak di Lift

Oleh:
Kamis, 27 November 2008 | 13:03 WIB
INILAH.COM, Mekah - Suasana panik terjadi di pemondokan Calhaj Indonesia nomor 908, maktab 68 di daerah Zahir, Kota Mekah, Kamis (27/11) Subuh sekira pukul 06.00 waktu setempat. Saat 7 calon haji sedang dalam lift, listrik tiba-tiba padam.

Akibatnya, tujuh orang yang sedang berada di lift menuju lantai 6 terjebak dalam suasana gelap-gulita dan tanpa oksigen selama lima menit.

"Tolong.. toloong," teriak mereka panik sambil menggedor-gedor pintu lift.

Ketujuh Calhaj dimaksud akhirnya ditolong oleh Calhaj lainnya dari luar lift setelah Calhaj yang terjebak di dalamnya berteriak dan menggedor-gedor pintu lift. Dengan usaha dari dalam, Ny Hilwiyah --yang berbadan besar-- mendobrak lift dan berusaha membuka dari dalam dan dibantu Calhaj dari luar, akhirnya ketujuh Calhaj itu terbebas dari suasana mencekam itu.

"Kalau lima lebih dari lima menit saya tidak tahu nasib saya, karena sudah hampir kehabisan nafas," kata Mulyadi, Calhaj asal Kabupaten Bogor yang terjebak bersama istri dan lima Calhaj lainnya.

Ketua Rombongan (Karom) 9 dan 10 Kloter 16 yang membimbing beberapa Calhaj yang terjebak itu, KH MY Sa'dudin menilai bahwa kondisi itu tidak bisa ditolelir karena membahayakan jiwa.

"Listrik padam tiba-tiba ini sudah dua kali terjadi, dan kejadian terakhir ini yang paling mengkhawatirkan, sehingga pengelola gedung harus diminta pertanggungjawabannya," ujarnya.

Ia menilai amat ganjil di Arab Saudi --terlebih di kawasan Mekah--yang tidak mengalami krisis listrik ada kejadian pemadaman tiba-tiba itu. Menurut dia, kalau soal pasok air yang juga sering tidak mengucur, pihaknya bisa menoleransi, namun dalam kasus listrik, hal itu tidak bisa dibiarkan.

Sementara itu, salah satu pembimbing haji dari Kabupaten Ciamis di Kloter 3 yang minta jati-dirinya tidak dicantumkan menjelaskan bahwa di pemondokan 902 dan 903 kondisinya lebih memrihatinkan karena dalam sehari bisa "byar-pet" tiga kali.

"Malahan sekarang oleh pengelola gedung Calhaj dilarang memasak dengan peralatan listrik. Kami akan tunggu beberapa hari, kalau tetap begini kami siap berdemonstrasi," imbuhnya.[*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.