Rabu, 23 Mei 2012 | 22:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
IHSG Naik, BUMI Melempem
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Asteria
web - Kamis, 27 November 2008 | 16:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah dan menguat tipis, setelah sempat bercokol di zona merah menjelang penutupan perdagangan. Saham PT Bumi Resources kembali terpental jatuh dan terkena auto rejection.
Pada perdagangan Kamis (27/11), IHSG ditutup naik tipis 8,923 poin (0,75%) ke level 1.202,074. Indeks LQ 45 naik 3,099 poin (1,3%) ke level 231,966 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,362 poin (1,25%) ke level 187,154.
Pada pembukaan pagi tadi, indeks saham bergerak naik 1,52% di level 1.211. Sedangkan pada sesi siang, IHSG melemah tipis di level 1.205 dan terus merosot hingga memasuki zona negatif. Namun, menjelang penutupan, IHSG berhasil berbalik arah dan ditutup di area aman level 1.202.
Saham BUMI sempat mencapai harga Rp 1.170 namun akhirnya anjlok Rp 100 (9,8%) menjadi Rp 920 dan terkena auto rejection batas bawah. Saham perusahaan tambang batubara ini paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi 19.442 kali pada volume 1,321 juta lembar saham senilai Rp 697,1 miliar.
Menurut analis Reliance Securities, Deo Rawendra, investor asing yang masuk ke BUMI ternyata hanya untuk trading saja dan tidak untuk jangka panjang. "Para investor ini lebih senang untuk trading karena melihat harga saham BUMI yang volatilitasnya sangat tinggi. Jadi saya perkirakan harga BUMI masih bisa turun lagi," ujarnya.
Indeks saham tertolong penguatan yang terjadi pada sejumlah saham sektor perbankan. Saham sektor ini mendapat sentimen positif dari ekspektasi bahwa beberapa bank sentral utama dunia akan melakukan pemangkasan suku bunga. Bahkan Bank Indonesia pekan depan diperkirakan memotong suku bunga BI rate sebesar 25 basis poin.
Sementara analis Sarijaya Sekuritas Hasbi Sukaton mengatakan, secara umum penguatan bursa hari ini tak lepas dari dorongan bursa regional seiring penguatan Wall Street. Bursa AS menguat dipicu ekspektasi bahwa tim ekonomi Barack Obama akan meluncurkan strategi baru pemulihan ekonomi AS serta harapan dari sektor otomotif AS yang akan mendapat kucuran dana dari pemerintah.
"Krisis likuiditas di dunia sebenarnya masih terjadi, namun kalau ekspektasi investor membaik, maka bursa akan menguat," katanya. Selain itu, Uni Eropa juga sudah memastikan akan mengucurkan paket stimulus perekonomian sebesar 200 miliar euro kepada beberapa negara Eropa yang tertimpa krisis ekonomi Desember mendatang.
Hal ini tentunya menjadi sentimen positif di lantai bursa. "Investor pun kembali mengakumulasi sahamsaham unggulan yang harganya telah jatuh," katanya.
Namun, aksi profit taking sempat terjadi pada sesi kedua, seiring terjadinya aksi geopolitik di berbagai negara seperti Thailand, India dan China yang membawa sentimen negatif ke pergerakan indeks saham Asia.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi 69.871 kali pada volume 3.065 juta lembar saham senilai Rp 2,267 triliun. Sebanyak 58 saham naik, 89 saham turun dan 50 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain PT Astra International (ASII) naik Rp 1.000 ke harga Rp 9.650, PT HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke harga Rp 9.000, PT Bank rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 450 menjadi Rp 3.325, serta PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 300 ke harga Rp 8.500.
Demikian pula saham PT Bank Danamon (BDMN) naik Rp 275 ke harga Rp 2.600, PT Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 250 ke harga Rp 7.350, PT Indocement Tunggal Perkasa (INTP) naik Rp 150 ke harga Rp 3.500 per saham, PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 130 ke harga Rp 1.470 dan PT Medco Energi International (MEDC) naik Rp 80 ke harga Rp 1.740.
Sedangkan saham-saham yang turun antara lain PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 20 menjadi Rp 1.810, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 menjadi Rp 6.200, PT Unilever Indonesia (UNVR) terkoreksi Rp 100 ke posisi Rp 7.450 serta PT United Tractor (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 3.400.
Demikian pula saham PT Semen Gresik (SMGR) melemah Rp 75 menjadi Rp 3.225, PT Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 5.700, PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 10 menjadi Rp 990 dan PT International Nickel Indonesia (INCO) melemah Rp 50 ke posisi Rp 1.900.
Sementara bursa di kawasan Asia kembali menguat seiring kebijakan China yang memangkas suku bunganya 108 basis poin ke 5,58%, untuk menggenjot perekonomian. China adalah pusat perdagangan terbesar untuk Jepang, Korsel dan Australia. Indeks CSI 300 di bursa China naik 1,5%.
Semua bursa kawasan mengalami penguatan, kecuali Vietnam, Thailand, dan Singapura. Bursa Jepang ditutup. Indeks Nikkei menguat 160,17 poin (2%) menjadi 8.373,39 dan indeks topix naik 1,5% ke level 829,03 dipicu saham-saham sektor konstruksi, logam dan pengangkutan. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.