INILAH.COM,Jakarta Tak hanya lewat situs berita resmi, serangan di Mumbai juga mendapat liputan besar-besaran oleh Blogger. Penulis lepas ini secara aktif melakukan update dan meningkatkan peran citizen journalism atau jurnalisme oleh publik.
Salah satu blog yang banyak mendapat pengunjung adalah milik Vinu, yang mengupload foto-foto kerusakan akibat serangan di Mumbai, pusat keuangan terbesar India itu. Foto-foto juga menunjukkan warga negara asing yang terjebak di hotel mewah tempat terjadinya penyanderaan.
Foto-foto juga muncul di website tempat berbagi foto, Flickr.
Beberapa blogger juga menyediakan komentar dan penjelasan langsung dari lokasi kejadian, sedangkan yang lain juga mengungkapkan perasaannya.
"Saya terus terjaga semalaman. Kecewa marah dan sedih," kata pengusaha Dina Mehta di blognya http://www.dinamehta.com/blog .
Situs "micro-blogging" popular tempat user biasa berkomunikasi Twitter juga menunjukkan aktivitas yang meningkat tajam.
Hanya dalam lima detik pada jam 0748 GMT, 80 pesan diposting. Posting termasuk tawaran bantuan bagi media, serta update berita mengenai situasi terbaru.
"Salah satu teroris melompat dari perumahan Nariman ke perumahan Chabad, sekelompok polisi telah menuju lokasi itu," tulis salah satu tweeter.
Namun yang lain mengingatkan, terlalu banyak penjabaran dapat menyebabkan proses pembebasan sandera bisa terganggu, apalagi jika ada yang memonitor situs.
"Ini serangan teroris bukan infotaintment. Para tweeter, bertanggung jawablah dengan tulisanmu," kata blogger yang menamakan dirinya primaveron@mumbai.
Stasiun berita lokal India melakukan siaran langsung, dari update berita yang dilakukan twitter menyangkut serangan Mumbai.
Buruknya pelayanan publik di India, membuat situs Mumbai Met Blog, (www.mumbai.metblogs.com) berinisiatif memposting nomor telepon rumah sakit yang bisa dihubungi, serta menghimbau agar melakukan donor darah.
Sedangkan Blogs semacam Mumbai Help (mumbaihelp.blogspot.com), menyediakan media agar antar anggota keluarga bisa terus berhubungan. "Ini sebagai cara alternattif, karena jalur telepon terus penuh." [ito]