INILAH.COM, Jakarta - Pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS wajar-wajar saja. Hal ini mengingat semua currency (mata uang) dalam proses menuju ekuilibrium (keseimbangan) baru.
"Semuanya, termasuk rupiah," ujar Gubernur BI Boediono seusai sholat Jumat di Gedung BI menyikapi pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa pekan ini.
Sekalipun masih bertengger di level 12.000, rupiah pada pukul 12:56 WIB mengalami penguatan di 12.150 per dolar AS.
Sementara Edwin Sinaga, Direktur Finan Corporindo Nusa Securities, situasi rupiah menjelang akhir tahun memang biasanya tidak stabil. Apalagi saat ini memasuki akhir tahun, dimana banyak keperluan dolar saat ini. Termasuk para eksportir, setelah ekspor, mereka juga cenderung menahan dolar.
Edwin memperkirakan rupiah tidak terlalu banyak bergerak hari ini. Itu disebabkan tidak adanya sentimen negatif yang berpeluang mempengaruhi pasar. Dia memprediksi rupiah hari ini akan bergerak di kisaran 1.350 per dolar.[cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !