INILAH.COM, Jeddah - Sekitar 90% jemaah calon haji dari seluruh dunia sudah berada di Mekkah, Saudi Arabia. Hal ini membuat transportasi menjadi persoalan tersendiri bagi jemaah.
Mekkah kini semakin padat. Diperkirakan jumlah jemaah haji seluruh dunia mencapai lebih dari tiga juta dan Indonesia menempati pengirim jemaah terbanyak, yakni 210 ribu orang. Disusul pengirim jemaah terbesar lainnya dari Iran, Turki, Mesir, Irak dan beberapa negara lainnya.
Kini di setiap pemondokan ramai. Siang dan malam hari orang berlomba pergi ke Masjidil Haram. Kendati Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah berupaya menyediakan transportasi bagi jemaah yang pondokannya jauh dari Masjidil Haram, namun masalah ini tetap dikeluhkan.
Pasalnya, memang di kota Mekkah sendiri kini banyak pergeseran arus lalu lintas. "Masalah memang ada, tapi hal itu masih wajar. Kalau acara puncak pasti akan terjadi masalah, seperti halnya arus mudik menjelang lebaran, tentu dimana-mana "crowded" (ruwet). Itu sudah hukum alam," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh di Mekkah, Jumat (29/11).
Kendati pihak PPIH bidang transportasi sudah bekerja optimal, penumpukan jemaah calon haji masih terjadi. Utamanya saat menunggu bus jemputan di seputar Masjidil Haram.
Alasan perubahan itu disebabkan semakin padatnya jemaah dari seluruh dunia yang sudah tiba di kota Mekkah. Diperkirakan saat ini sekitar 90 persen calon haji dari seluruh dunia sudah memadati kota Mekkah. [*/nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !