Kamis, 24 Mei 2012 | 05:02 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Northstar Ambilalih Utang BNBR
Headline
inilah.com/Abdul Rauf
Oleh: Wahid Ma'ruf
web - Sabtu, 29 November 2008 | 01:28 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Jumat (28/11) malam telah mencapai kesepakatan dengan Northstar Pacific untuk mengambilalih utang BNBR kepada Oddickson Finance senilai US$ 575 juta. Dengan kesepakatan ini antara BNBR dan Northstar Pasific hanya sebagai strategic partnership.

Menurut Presiden Direktur BNBR Nalinkant A Rathod, kesepakatan ini mengalami perubahan dari yang telah disepakati dalam sales and purchase agreement (SPA). "Northstar akan melakukan kontrol terhadap portfolio dari aset BNBR yang ada di BUMI," katanya, saat menggelar konferensi pers, di Wisma Bakrie 2, Jumat malam.

Setelah ada kesepakatan ini Northstar memiliki saham senilai utang yang diambilalih tersebut. Sehingga, Northstar mengendalikan BUMI bersama BNBR. Northstar juga menguasai aset BNBR yang ada di BUMI.

Utang BNBR kepada Oddickson senilai Rp9,7 triliun dengan kurs Rp9.000 per dolar AS. Dengan kurs saat ini, utang tersebut bernilai US$ 575 juta dan sudah diambilalih Northstar. Sementara utang yang jatuh tempo pada Desember 2008 senilai US$ 200 juta. Utang ini akan dibayar oleh BNBR, dan saat ini sedang dalam proses persiapan.

Pada SPA 31 Oktober 2008 lalu, Northstar dan BNBR sepakat membeli saham BUMI 35% dengan nilai US$1,3 miliar seharga Rp2.100 per saham. Namun, ternyata harga saham BUMI turun di bawah harga kesepakatan. Sedangkan Northstar juga tidak mampu menggalang konsorsium untuk mengumpulkan dana senilai US$1,3 miliar.

Akhirnya dicapai kesepakatan dengan mengambilalih utang BNBR di Oddickson, dan Northstar memiliki saham di BUMI. Namun tidak dijelaskan jumlah saham yang senilai dengan utang senilai US$575 juta itu.

Menurut Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali, utang ke Oddickson senilai US$ 960 dengan kurs Rp.9.200 per dolar. BNBR juga membayar aset kepada Oddickson sebesar US$ 100 juta. Serta utang ke JP Morgan US$ 72 juta dan CIC sebesar US$ 105 juta. Dengan kurs sekarang BNBR mengalami kelebihan. "Kita masih hitung aset yang akan diserahkan ke Oddickson, " jelasnya.

BNBR juga harus memenuhi ketentuan otoritas bursa dengan melaporkan kesepakatan baru ini dalam waktu 2 X 24 jam. Sehingga, pada Senin (1/12), BNBR akan melaporkan secara lengkap. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.