INILAH.COM, Jakarta - Tak lama lagi ponsel-ponsel berteknologi tinggi akan masuk pasar Asia termasuk Indonesia. Sebelumnya, Google G1 dan iPhone mendapat sambutan luar biasa di AS. Akankah ponsel berteknologi tinggi ini, mendapat sukses serupa di Indonesia?
Saat diluncurkan, konsumen di AS rela antri berjam-jam untuk menjadi pembeli iPhone dan G1 pertama. Koran berbahasa China, Commercial Times melaporkan, High Tech Computer atau HTC akan mulai menjual ponsel G1 untuk pasar Asia Pasifik pada semester pertama 2009.
Saat ini tidak banyak perusahaan yang meluncurkan ponsel berteknologi tinggi. Tercatat Nokia, Research In Motion (RIM), Microsoft dan Apple yang paling getol di sektor ini, walaupun vendor lain juga merilis produk serupa. Mereka juga bersaing ketat satu dengan yang lain.
Yang menjadi andalan Google, adalah harga bersaing dibandingkan iPhone. Senjata lain untuk menjatuhkan iPhone adalah fitur layar sentuh, keyboard QWERTY, koneksi nirkabel (Wi-Fi) dan sistem operasi baru, yaitu Android.
Fitur menarik lainnya adalah dukungan untuk layanan Google, antara lain Maps, Gmail, dan YouTube. Seperti iPhone dan beberapa ponsel pintar lainnya, G1 juga menawarkan kemudahan kepada para penggunanya untuk menjelajah di Web.
Direktur PT Sistech Kharisma distributor ponsel pintar HTC di Indonesia, John Kurniawan mengatakan belum bisa memastikan kapan Google Phone atau G1 bakal masuk pasar Indonesia.
Sistech Kharisma juga belum tahu apakah G1 akan masuk Indonesia semester pertama 2009. "Masih belum ada kejelasan dari pihak Google, kapan akan memasarkan G1 ke Asia termasuk Indonesia," katanya.
John mengatakan, jika G1 masuk pasar Indonesia bisa menjadi daya tarik besar bagi pembeli ponsel kelas atas di Indonesia. Kebiasaan konsumen Indonesia, selalu menyambut antusias produk baru yang dikeluarkan vendor. "Harusnya akan disukai konsumen. Kebiasan konsumen Indonesia suka dengan sesuatu yang baru," tegasnya.
Ia juga belum bisa memastikan, apakah harga yang diterapkan pada G1 bisa bersaing dan lebih murah dari iPhone. Karena produknya sendiri belum secara resmi diluncurkan.
Sementara kebiasaan membundel produk bekerjasama dengan operator, agar konsumen bisa menyicilnya masih sulit dilakukan di Indonesia. "Operator cenderung tidak mau membundel produk mahal. Kami lebih banyak distribusi langsung ke konsumen," tambahnya.
General Manager Sales dan Marketing LG Electronics Indonesia Andre Tan mengatakan, pesimistis kehadiran ponsel-ponsel berteknologi tinggi semacam G1 atau iPhone bisa menggairahkan pasar ponsel high end tanah air.
Menurutnya, konsumen Indonesia cenderung terpengaruh oleh tren. Jika ternyata suatu produk bisa menjadi tren, maka konsumen akan antuias membeli produk itu, dan begitu sebaliknya. "Perlu usaha keras agar produk menjadi tren," katanya.
Ia menambahkan pembeli ponsel di Indonesia lebih banyak di segmen menengah ke bawah. Apalagi dengan kondisi krisis ekonomi sekarang, ada pergeseran ke ponsel berharga murah.
Country General Manager Sony Erricson Indonesia Alino Sugianto mengatakan, pasar ponsel Sony Erricson tidak terpengaruh jika G1 dan iPhone jika akhirnya masuk ke Indonesia. Menurutnya, munculnya produk baru, menjadikan pilihan lebih banyak dan produk lebih populer.
Namun begitu, G1 dan iPhone masih belum teruji. Meskipun belum dirilis, produk tidak resmi iPhone saat ini sudah bisa ditemui di pasaran. Namun sambutan konsumen terhadap iPhone tidak terlalu tinggi. [E1]