INILAH.COM, Jember - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Jember tiap tahun terus bertambah, termasuk penderita yang berusia di bawah lima tahun (balita) yang kini tercatat enam balita.
Koordinator Konselor Klinik Voluntary Counseling and Test (VCT) RSUD Dokter Subandi Jember, dr Justina Evy Tyaswati SpKJ, Senin, mengatakan, jumlah balita yang tertular atau terinfeksi HIV/AIDS dalam dua tahun terakhir ini mencapai enam balita. "Pasien balita terbaru berusia satu tahun, karena tertular sejak dalam masa kandungan," katanya, di jember, Senin (1/11).
Balita itu tertular dari ibu kandungnya yang juga menderita HIV/AIDS. Kondisinya sangat memprihatinkan, karena sudah berada dalam stadium tiga atau stadium AIDS.
Evy menyatakan, kondisi balita itu memang sudah menunjukkan gejala AIDS, yakni di kulitnya sudah terdapat jamur dan penurunan berat badan yang signifikan. "Kita sudah upayakan pengobatan dengan Anti Retro Viral (ARV), sekaligus meningkatkan asupan gizi, untuk memperpanjang masa sehat balita," jelasnya.
Ia menambahkan, pemberian ARV menunjukkan progres yang baik bagi perpanjangan masa sehat balita. Sebab, terbukti adanya kenaikan berat badan dan pertumbuhan yang normal pada tiga balita penderita HIV/AIDS, yang mendapat pengobatan ARV.
Jumlah penderita HIV/AIDS yang tercatat di kliniknya sejak berdirinya VCT, Desember 2006, tercatat sebanyak 176 penderita dimana enam diantaranya balita. [*/nuz]