INILAH.COM, Batulicin - Menyusul penetapan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama jenis premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per 1 Desember 2009, sejumlah SPBU di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan lebih memilih tutup alias tidak melayani konsumen.
Berdasarkan hasil pantauan di SPBU-SPBU, Senin (1/12), sejumlah SPBU di lingkungan daerah tersebut sejak pagi tidak melayani pembelian premium kecuali jenis solar.
"Sudah kemana-mana saya berkeliling mencari SPBU yang menjual bensin, ternyata semua justru kosong dengan alasan kehabisan dan belum ada kiriman dari Pertamina," ujar Imron (45) yang mengaku kendaraanya kehabisan bahan bakar.
Di Kabupaten Tanbu, ada sekitar sembilan SPBU. antara lain SPBU Sari Gadung, SPBU Plajau, SPBU Sungai Kecil, SPBU Simpang Tiga Ferry, SPBU Kersik Putih, SPBU Kusan Hilir, SPBU Sungai Loban, SPBU Angsana, dan SPBU Satui.
Sebagian masyarakat kesulitan memperoleh premium akibat aksi tutup yang dilakukan pengusaha SPBU.
Meski begitu, di sejumlah tingkat pengecer premium relatif masih tersedia, namun turunnya harga jual yang ditetapkan pemerintah tidak mempengaruhi nilai jual pengecer ke konsumen.
"Minyak yang kami jual masih Rp 7000 per liter, ini merupakan sisa pembelian waktu harganya masih mahal yaitu Rp 6000 perliter dari SPBU," kata pedagang bensin eceran di Batulicin. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !