INILAH.COM, Lebak - Harga bensin jenis premium di Kabupaten Lebak, mencapai Rp 10.000 per liter menyusul kelangkaan premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah itu.
"Kelangkaan tersebut setelah pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium," kata Wati (40) warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (1/12).
Dia mengatakan, akibat kelangkaan bensin itu warga terpaksa membeli di kios-kios pengecer dengan harga Rp 10.000 per liter. Bahkan, warga harus mengantre karena BBM di SPBU kosong. "Saya sendiri membeli bensin di pengecer sebesar Rp 10.000 per liter," katanya.
Menurut dia, sejak pagi BBM jenis bensin di sejumlah SPBU habis, karena belum ada pasokan dari Pertamina Tanjung Geram, Merak.
Sejumlah SPBU hanya tertampang papan nama bertuliskan, 'Maaf bensin habis'.
Kelangkaan ini, lanjut dia, setelah pemerintah mengumumkan harga bensin turun yang semula Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter.
Yadi (35) warga Warunggunung, Kabupaten Lebak, mengaku dirinya terpaksa pergi ke tempat kerja menggunakan kendaraan umum karena bensin di SPBU maupun pengecer kosong. "Biasanya, saya pergi ke kantor menggunakan motor," ujarnya.
Sementara itu, Jupri (45) pegawai SPBU di Jalan Raya Cipanas-Rangkasbitung, mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan pasokan BBM dari Pertamina Tanjung Gerem, Merak.
Padahal, pengendara maupun pengecer sejak pagi mulai berdatangan. "Saya merasa bingung tidak bisa melayani mereka karena BBM kosong," katanya. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !