Minggu, 27 Mei 2012 | 04:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
SPBU di Serang Kehabisan Stok Premium
Headline
inilah.com/Subekti
Oleh:
web - Senin, 1 Desember 2008 | 15:48 WIB
INILAH.COM, Serang - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) di Kota Serang, Senin (1/12) kehabisan stok premium pasca penurunan harga premium oleh pemerintah dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter.

Pantauan di SPBU Jalan Yusuf Martadilaga sejak Senin pagi sudah tidak melayani pembelian SPBU dan tertera tulisan 'Maaf Premium Habis' yang dipasang di depan gerbang SPBU tersebut. Bahkan, hingga Senin siang SPBU tersebut masih belum melayani pembeli.

Begitu juga SPBU di Jalan Serang-Cilegon, Kepandean, Serang, sudah tidak melayani pembeli premium dengan alasan stok premium sudah habis. "Premium habis sejak tadi pagi, masih menunggu kiriman," kata Syarifudin, salah seorang petugas di SPBU tersebut.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Provinsi Banten, H Rahmat Halim mengatakan, kelangkaan atau kehabisan stok premium di sejumlah SPBU di Kota Serang, tidak terkait langsung dengan turunnya harga premium yang mulai berlaku Senin (1/12) hari ini. Namun, lebih disebabkan karena kehabisan stok dari pengiriman Jumat pekan lalu. Biasanya pada Sabtu dan Minggu pemakaian menurun dan Senin, konsumsi kembali tinggi.

Tapi, pihaknya menjamin pada Senin sore persediaan premium di dua SPBU tersebut akan kembali normal, karena saat ini masih menunggu pengiriman dari PT Pertamina Unit Pemasaran III Tanjung Gerem Merak, Cilegon.

"Tidak ada kaitan langsung dengan turunnya harga dengan tidak adanya premium di dua SPBU itu. Itu karena kehabisan stok saja akibat permintaan tinggi," katanya.

Pasokan premium untuk wilayah Banten bagian Barat, seperti Cilegon, Serang, Pandeglang dan Kabupaten Lebak, saat ini mencapai 1.750 Kilo liter per hari.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Hudaya mengatakan, penurunan harga premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 tersebut, kemungkinan tidak akan mempengaruhi menurunnya harga kebutuhan pokok di wilayah Banten. Karena, penurunan harga premium tersebut tidak langsung diiringi dengan menurunnya ongkos angkutan.

"Saya tidak yakin harga kebutuhan pokok akan turun, karena ongkos mobil atau angkutan tidak turun," katanya. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.