INILAH.COM, Jakarta - Penurunan harga BBM jenis premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter merupakan peristiwa langka. Bahkan baru pertama kali dalam sebuah pemerintahan dan itu dilakukan oleh pemerintahan SBY.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Demokrat, Saidi Butar-Butar. "Harga BBM turun baru terjadi dalam pemerintahan SBY, presiden sebelumnya belum pernah melakukan," katanya dalam raker bersama Menkeu di DPR, Selasa (2/12).
Pada pemerintahan sebelumnya, katanya, setelah menaikkan harga BBM, mereka tidak pernah dapat menurunkannya lagi. Tetapi dengan berani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menurunkan harga BBM walaupun baru jenis premium.
"Saya juga berterima kasih kepada ibu menteri, yang waktu itu ikut mengumumkan penurunan tersebut," katanya sambil melirik Sri Mulyani yang menjadi wakil pemerintah dalam rapat kerja dengan DPR sejak Selasa pagi.
Sri Mulyani yang mengenakan baju bermotif batik, menimpali dengan senyuman khasnya. Anggota DPR yang lain pun ikut tersenyum mendengar kesimpulan anggota fraksi dari partai yang didirikan oleh SBY ini.[tra]